Friday, 25 October 2019

Klasifikasi Ilmu Pengetahuan


MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“KLASIFIKASI ILMU” 










Disusun oleh :
Nama: Muhammad Farhansyah Ibrahim
NPM: 14519154
Kelas: 1PA10








 FAKULTAS PSIKOLOGI
 UNIVERSITAS GUNADARMA
 2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dan penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam penulisan makalah ini saya membahas tentang “Klasifikasi Ilmu Pengetahuan”.
Makalah ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses penulisan makalah ini mengenai materi Klasifikasi Ilmu Pengetahuan, saya mengucapkan terima kasih yang mendapatkan arahan, koreksi dan saran kepada :
1.  Ibu Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar”.
2.  Teman-teman mahasiswa kelas 1PA10 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma yang  telah memberikan masukan untuk makalah ini.
Saya memahami bahwa makalah saya belum sempurna dan dibutuhkan pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Saya juga berharap semoga gagasan pada makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan pada khususnya dan pembaca pada umumnya.



Depok,  Oktober 2019



                                                                                                             (Penulis)


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL / COVER …………………………………….................................  i
KATA PENGANTAR  …………………………………….............................................  ii
DAFTAR ISI ……………………………………............................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………........................................... 1
1.1. Latar Belakang ………..……………………………………................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ……………………………………........................................ 1
1.3. Tujuan Penulisan ……………………………………......................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………........................................... 3
2.1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan  .……..…………………………………………….  3
2.2. Definisi Ilmu Pengetahuan ....…..…………………………………….................. 6 
2.3. Sejarah Ilmu Pengetahuan ……………………………………............................ 7
2.4. Karakteristik atau Ciri Ilmu Pengetahuan ………………………………………… 8
2.5. Contoh Ilmu Pengetahuan ………..……………………………………………….. 9
DAFTAR  PUSTAKA .............................................................................................................. 11




BAB  I
PENDAHULUAN

1.1.   LATAR BELAKANG
Secara garis besar, mata kuliah Ilmu Budaya Dasar di perguruan tinggi membahas tentang nilai-nilai, kebudayaan dan berbagai macam masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini perlu, karena kita sebagai mahasiswa sangat memerlukan dan penting untuk pendidikan.
         Diharapkan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa dalam memahami ilmu pengetahuan, wawasan, keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya. Hal ini berhubungan dengan memberikan dasar-dasar nilai etika, estetika dan moral pada mahasiswa, serta mengembangkan pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global. 
         Guna mendalami materi-materi Ilmu Budaya Dasar yang diberikan oleh pengajar di perguruan tinggi, maka sebagai pelajar, kita harus melakukan pendalaman tentang pengertian “ilmu”  itu sendiri.

1.2.   RUMUSAN MASALAH
  Untuk memperjelas tentang pengertian ilmu secara menyeluruh, maka akan kita bahas mengenai:
1. Pengertian dari klasifikasi ilmu.
2. Pengertian dari definisi ilmu.
3. Jelaskan tahapan-tahapan dari sejarah ilmu.
4. Jelaskan karakteristik dari ilmu.
5. Contoh dari ilmu pengetahuan.

3.      TUJUAN PENULISAN

  Tujuan dari penulisan, yaitu:
1.            Mengetahui hal-hal dari klasifikasi ilmu.
2.      Mengetahui apa definisi ilmu.
3.      Mengetahui tahapan-tahapan dari sejarah ilmu.
4.                   Mengetahui karakteristik dari ilmu.
5.             Mengetahui contoh dari ilmu pengetahuan



BAB II
PEMBAHASAN


2.1. KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN
Klasifikasi atau penggolongan ilmu pengetahuan yang mengalami perkembangan atau perubahan sesuai dengan zaman terbagi menjadi 2 (dua) pandangan, yang berkaitan dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat kita temui. Terdapat 2 pandangan klasifikasi ilmu pengetahuan yaitu klasifikasi ilmu pengetahuan subyek dan klasifikasi ilmu pengetahuan menurut obyek.

1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut subyeknya:
a.  Teoritis itu sendiri adalah ilmu yang berdiri sendiri dan terlepas dari ilmu praktis.   Teoritis terbagi menjadi 2, antara lain:
1)  Nomotetis, yakni ilmu yang menetapkan hukum-hukum universal yang berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba menemukan unsur-unsur yang terdapat dalam segala pernyataannya secara universal, misalnya ilmu alam, ilmu kimia, ilmu biologis, ilmu fisika dan sebagainya.
2)   Ideografis, yakni ilmu yang mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya yang menyendiri. Misalnya ilmu sosiologi, etnografi, ilmu antropologi, ilmu sejarah dan sebagainya.
b.   Praktis (applied science atau ilmu terapan)
Merupakan ilmu yang langsung ditujukan kepada pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu, jadi menentukan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu berdasarkan aturan-aturan moral yang telah ditentukan, keterangan yang lebih lanjut yaitu:
1)  Normatif, yakni ilmu yang mengatakan bagaimanakah berpegang teguh pada norma sosial atau kaidah yang berlaku beserta menjauhi larangan-larangannya, misalnya etika (filsafat kesusilaan/filsafat moral).
2)  Positif (applied), yakni ilmu yang mengatakan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu guna mencapai hasil tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan sebagainya.
Kedua jenis ilmu pengetahuan ini saling berkesinambungan dan saling melengkapi. Karena ilmu pengetahuan ini mempunyai bagian teoritis disamping bagian praktis, maka sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini, ilmu teoritis dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis, akan tetapi ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.

2. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut obyeknya:
a.  Universal, yakni meliputi keseluruhan yang ada di seluruh hidup manusia, misalnya filsafat, teologi, atau alam semesta.
b.  Khusus, yakni hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dari kehidupan manusia, misalnya agama dan kepercayaan.
Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar, mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok besar, antara lain:
1)   Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah, dengan cara menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu. Kemudian dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas, kemudian hasil analisis itu digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi, dan hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika, dan sebagainya.
2)   Ilmu-ilmu Sosial (social science)
  Ilmu-ilmu sosial ini bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia dengan mengkaji menggunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tersebut tidak mungkin 100% benar. Karena keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.
3)   Ilmu Pengetahuan Budaya (the humanities)
      Ilmu Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji dapat menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
      Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain.
      Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Sehingga Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ketiga macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan, karena tiap ilmu memang berhubungan satu sama lain dan saling berkesinambungan dan melengkapi.



2.2.  DEFINISI ILMU PENGETAHUAN
Dalam kamus Bahasa Indonesia yang telah disempurnakan, yang dimaksud Ilmu Pengetahuan adalah suatu bidang yang disusun secara sistematis berdasarkan metode tertentu, untuk dapat dimanfaatkan dan menerangkan sebagai penjelas gejala-gejala tertentu. (Admojo, 1998).
Mohammad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
Menurut “ensiklopedia Indonesia”,  ilmu pengetahuan adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan metode-metode tertentu. Ilmu pengetahuan prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematiskan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, namun dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.
Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja  scire  yang berarti mempelajari atau mengetahui. Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistematik, logis, dan konsisten.
Berdasarkan definisi-definisi diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu bidang yang berasal dari berbagai pengetahuan yang didapatkan sebagai hasil dari suatu gejala yang dianalisa dan diperiksa secara teliti dengan menggunakan metode metode tertentu (secara rasional, sistematik, logis, dan konsisten) sehingga didapat penjelasan mengenai gejala yang bersangkutan. Jadi ilmu pengetahuan itu tidak terbatas dan tidak semua dapat diukur kebenarannya. Kehadiran objek dan subjek tidak dapat dipisahkan atau memiliki keterkaitan satu sama lainnya.



2.3.  SEJARAH ILMU PENGETAHUAN
Berdasarkan sejarah, zaman tertua dimulai dari zaman kuno karena dalam pengetahuannya, manusia sudah dapat meramu makanan dan membuat peralatan untuk berburu. Zaman kuno sendiri, terbagi menjadi beberapa masa, yaitu:
1.   Masa Zaman Yunani Kuno (Abad 6 SM - 6 M)
Ciri pemikirannya adalah kosmosentris, yakni mempertanyakan asal usul alam semesta dan jagat raya sebagai salah satu upaya untuk menemukan asal mula (arche) makhluk hidup yang merupakan unsur awal terjadinya gejala. Dan beberapa tokoh filosof pada zaman ini menyatakan pendapatnya tentang arche, antara lain :
a.                   Thales (640 - 550 SM)  :   arche berupa air.
b.                  Anaximander (611-545 SM)    :  arche berupa apeiron (sesuatu yang tidak terbatas)
c.         Anaximenes (588-524 SM)      :   arche berupa udara
d.      Phytagoras (580-500 SM)         :  arche dapat diterangkan atas dasar bilangan-bilangan.  

2.                  Masa Zaman Pertengahan (6 - 16 M)

Ciri pemikirannya adalah teosentris, yakni menggunakan pemikiran filsafat yang membahas mengenai keadaan dan realita ikut ambil bagian dalam pengetahuan tentang ciptaan.

3.                  Masa Romawi : 30 SM - 400 M

Sebagai manusia pra sejarah, manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris. Hal itu membuat mereka mengerti dengan keadaan dunia. Walaupun sejarah ilmu pengetahuan pada masa ini belum diakui, tapi manusia purba telah mengetahui bagaimana cara untuk bertahan hidup.
Tidak hanya itu, dalam sejarah ilmu pengetahuan, bangsa Romawi adalah bangsa yang pertama kali membuat bangunan dengan menggunakan beton, seperti untuk mengembangkan kubah serta berbagai bentuk bangunan lainnya. Walaupun mereka tidak mengalami perkembangan yang besar dalam bidang matematika, tapi mampu untuk menciptakan sistem penulisan angka mereka sendiri.



2.4. KARAKTERISTIK atau CIRI ILMU PENGETAHUAN
            Ilmu perlu memperhatikan dua aspek, yaitu sifat ilmu dan klasifikasi ilmu. Mengenai sifat ilmu akan dibahas dalam sub-bab ini, sedangkan mengenai klasifikasi ilmu akan dibahas pada sub-bab selanjutnya.
1.   Ilmu pengetahuan mempunyai sifat, antara lain:
 a).  Sistematik.
 b).  Konsisten (antara teori satu dengan yang lain tak bertentangan).
 c).  Eksplisit (disepakati dapat secara universal, bukan hanya dikalangan kecil).
d).  Ilmiah, benar (pembuktian dengan metode ilmiah).
2.  Disamping itu suatu ilmu pengetahuan mempunyai ciri lain yaitu:
a).  Bukan satu, melainkan banyak (plural).
b).  Bersifat terbuka (dapat dikritik).
c).  Berkaitan dalam memecahkan.
            Ciri khas nyata dari ilmu pengetahuan (science) yang tidak dapat diingkari meskipun oleh para ilmuwan sekalipun adalah bahwa ia tidak mengenal kata “kekal”. Apa yang dianggap salah di masa lalu misalnya, dapat diakui kebenarannya di abad modern. Pandangan terhadap persoalan-persoalan ilmiah silih berganti, bukan saja dalam lapangan pembahasan satu ilmu saja, tetapi terutama juga dalam teori-teori setiap cabang ilmu pengetahuan. Dahulu misalnya, segala sesuatu diterangkan dalam konsep material (istilah-istilah kebendaan) sampai-sampai manusia pun hendak dikategorikan dalam konsep tersebut. Sekarang ini terdapat psikologi yang membahas mengenai jiwa, akal budi dan semangat, telah mengambil tempat tersendiri dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
3.   Dalam redaksi lain dikatakan ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri umum yaitu :
a).  Obyek ilmu pengetahuan adalah empiris.
b).  Ilmu pengetahuan mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu mempunyai sistematis.
c).  Ilmu dihasilkan dari pengamatan, pengalaman studi dan pemikiran.
d).  Sumber segala ilmu adalah Tuhan, karena Dia yang menciptakannya.
            Fungsi ilmu adalah untuk keselamatan, kebahagiaan, pengamanan manusia dari segala sesuatu yang menyulitkan. Van Melsen mengemukakan beberapa ciri yang menandai ilmu,  sebagaimana yang dikutip Rizal Muntasyir dan Misnal Munir, yaitu:
1.      Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai keseluruhan yang secara logis koheren. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) maupun harus (susunan logis).
2.      Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggung jawab ilmuwan.
3.      Universalitas ilmu pengetahuan.
4.      Objektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif.
5.      Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan, karena ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan.
6.      Progresivitas, artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila mengandung pertanyaan-pertanyaan baru dan menimbulkan problem-problem baru lagi.
7.      Kritis, artinya tidak ada teori ilmiah yang definitif, setiap teori terbuka bagi setiap peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru.
8.      Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dengan praktis.

Jadi, setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan bila memiliki ciri-ciri atau karakteristik umum diatas. Sementara itu mengenai karakteristik khusus ilmu pengetahuan setelah adanya klasifikasi ilmu pengetahuan akan diterangkan kemudian.

2.5. CONTOH ILMU PENGETAHUAN
       Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu Ilmu-ilmu Alamiah (natural science), Ilmu-ilmu Sosial (social science), Pengetahuan budaya (the humanities). Berikut adalah contoh ilmu pengetahuan pada masing-masing kelompok tersebut :
1.   Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika,  kimia,  biologi, kedokteran, mekanika, dan sebagainya.
2.   Ilmu-ilmu Sosial (social science)
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.
3.   Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian  inipun  dapat  dibagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain. Seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dan sebagainya.




DAFTAR PUSTAKA


https://hardiantodwi.wordpress.com/2016/03/26/klasifikasi-ilmu/
https://sites.google.com/site/blogilmupengetahuan/artikelpengetahuan/definisiilmupengetahuan
M.Setiadi, Elly. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Edisi 3. 

Bandung: Kencana Prenada Media Group. 


No comments:

Post a Comment

Senyawa Terbaru yang Berguna bagi Kehidupan Manusia

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR “SENYAWA TERBARU YANG BERGUNA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA” Website Gunadarma Disusun ...