MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
“KLASIFIKASI
ILMU”
Disusun
oleh :
Nama: Muhammad Farhansyah Ibrahim
NPM: 14519154
Kelas: 1PA10
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya
saya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dan penulis selesaikan sesuai
yang diharapkan. Dalam penulisan makalah ini saya membahas tentang “Klasifikasi
Ilmu Pengetahuan”.
Makalah ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas
pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses penulisan makalah ini mengenai
materi Klasifikasi Ilmu Pengetahuan, saya mengucapkan terima kasih yang
mendapatkan arahan, koreksi dan saran kepada :
1. Ibu
Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar”.
2. Teman-teman
mahasiswa kelas 1PA10 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma yang telah
memberikan masukan untuk makalah ini.
Saya memahami bahwa makalah saya belum sempurna dan dibutuhkan pendalaman
lebih lanjut. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Saya juga
berharap semoga gagasan pada makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan
pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Depok,
Oktober 2019
(Penulis)
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL / COVER …………………………………….................................
i
KATA
PENGANTAR
……………………………………............................................. ii
DAFTAR
ISI
……………………………………............................................................ iii
BAB
I PENDAHULUAN
……………………………………........................................... 1
1.1. Latar Belakang
………..……………………………………................................ 1
1.2. Rumusan Masalah
……………………………………........................................ 1
1.3. Tujuan Penulisan
……………………………………......................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
……………………………………........................................... 3
2.1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
.……..……………………………………………. 3
2.2. Definisi Ilmu Pengetahuan
....…..…………………………………….................. 6
2.3. Sejarah Ilmu Pengetahuan
……………………………………............................ 7
2.4. Karakteristik atau Ciri Ilmu Pengetahuan
………………………………………… 8
2.5. Contoh Ilmu Pengetahuan ………..………………………………………………..
9
DAFTAR
PUSTAKA ..............................................................................................................
11
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Secara garis besar, mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar di perguruan tinggi membahas tentang nilai-nilai, kebudayaan dan
berbagai macam masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini
perlu, karena kita sebagai mahasiswa sangat memerlukan dan penting untuk
pendidikan.
Diharapkan mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa dalam memahami ilmu
pengetahuan, wawasan, keyakinan sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku
individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap
sumber daya alam dan lingkungannya. Hal ini berhubungan dengan memberikan
dasar-dasar nilai etika, estetika dan moral pada mahasiswa, serta mengembangkan
pemahaman serta penguasaannya tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan martabat
manusia sebagai individu dan makhluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat
dengan berpedoman pada nilai budaya melalui pranata pendidikan, serta tanggung
jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam kehidupan
bermasyarakat baik nasional maupun global.
Guna
mendalami materi-materi Ilmu Budaya Dasar yang diberikan oleh pengajar di
perguruan tinggi, maka sebagai pelajar, kita harus melakukan pendalaman tentang
pengertian “ilmu” itu sendiri.
1.2. RUMUSAN
MASALAH
Untuk
memperjelas tentang pengertian ilmu secara menyeluruh, maka akan kita bahas
mengenai:
1. Pengertian dari klasifikasi ilmu.
2. Pengertian dari definisi ilmu.
3. Jelaskan tahapan-tahapan dari sejarah ilmu.
4. Jelaskan karakteristik dari ilmu.
5. Contoh dari ilmu pengetahuan.
3. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari
penulisan, yaitu:
1. Mengetahui
hal-hal dari klasifikasi ilmu.
2.
Mengetahui apa definisi ilmu.
3.
Mengetahui tahapan-tahapan dari sejarah
ilmu.
4.
Mengetahui karakteristik dari ilmu.
5.
Mengetahui contoh dari ilmu
pengetahuan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. KLASIFIKASI
ILMU PENGETAHUAN
Klasifikasi atau penggolongan ilmu pengetahuan yang
mengalami perkembangan atau perubahan sesuai dengan zaman terbagi menjadi 2
(dua) pandangan, yang berkaitan dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat
kita temui. Terdapat 2 pandangan klasifikasi ilmu pengetahuan yaitu klasifikasi
ilmu pengetahuan subyek dan klasifikasi ilmu pengetahuan menurut obyek.
1. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut
subyeknya:
a.
Teoritis itu sendiri adalah ilmu yang berdiri sendiri dan terlepas dari ilmu
praktis. Teoritis terbagi menjadi 2, antara lain:
1) Nomotetis, yakni ilmu yang menetapkan
hukum-hukum universal yang berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya
dan mencoba menemukan unsur-unsur yang terdapat dalam segala pernyataannya
secara universal, misalnya ilmu alam, ilmu kimia, ilmu biologis, ilmu fisika
dan sebagainya.
2) Ideografis, yakni ilmu yang mempelajari
obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya
yang menyendiri. Misalnya ilmu sosiologi, etnografi, ilmu antropologi, ilmu
sejarah dan sebagainya.
b. Praktis (applied science
atau ilmu terapan)
Merupakan
ilmu yang langsung ditujukan kepada pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu,
jadi menentukan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu berdasarkan
aturan-aturan moral yang telah ditentukan, keterangan yang lebih lanjut yaitu:
1) Normatif,
yakni ilmu yang mengatakan bagaimanakah berpegang teguh pada norma sosial atau
kaidah yang berlaku beserta menjauhi larangan-larangannya, misalnya etika
(filsafat kesusilaan/filsafat moral).
2) Positif
(applied), yakni ilmu yang mengatakan bagaimanakah orang harus
berbuat sesuatu guna mencapai hasil tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian,
ilmu teknik, ilmu kedokteran dan sebagainya.
Kedua
jenis ilmu pengetahuan ini saling berkesinambungan dan saling melengkapi.
Karena ilmu pengetahuan ini mempunyai bagian teoritis disamping bagian praktis,
maka sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini,
ilmu teoritis dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis, akan tetapi
ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.
2. Klasifikasi
Ilmu Pengetahuan menurut obyeknya:
a.
Universal, yakni meliputi keseluruhan yang ada di seluruh hidup manusia,
misalnya filsafat, teologi, atau alam semesta.
b.
Khusus, yakni hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dari kehidupan
manusia, misalnya agama dan kepercayaan.
Menurut
Prof. Dr. Harsya Bachtiar, mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan
dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok besar, antara lain:
1) Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal
itu digunakan metode ilmiah, dengan cara menentukan hukum yang berlaku mengenai
keteraturan-keteraturan itu. Kemudian dibuat analisis untuk menentukan suatu
kualitas, kemudian hasil analisis itu digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu
dibuat prediksi, dan hasil penelitiannya 100% benar dan 100% salah. Yang
termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia,
biologi, kedokteran, mekanika, dan sebagainya.
2) Ilmu-ilmu
Sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial ini bertujuan untuk mengkaji
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia dengan
mengkaji menggunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
Tetapi hasil penelitiannya tersebut tidak mungkin 100% benar. Karena
keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke
saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi,
sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan
sebagainya.
3)
Ilmu Pengetahuan Budaya (the humanities)
Ilmu Pengetahuan Budaya bertujuan untuk
memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk
mengkaji dapat menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan
budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup
keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi
ke dalam berbagai bidang keahlian lain seperti seni tari, seni rupa, seni
musik,dan lain-lain.
Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities)
adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah
manusia dan kebudayaan. Sehingga Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian
yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan
wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan.
Ketiga
macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan,
karena tiap ilmu memang berhubungan satu sama lain dan saling berkesinambungan
dan melengkapi.
2.2.
DEFINISI ILMU PENGETAHUAN
Dalam kamus Bahasa Indonesia yang telah
disempurnakan, yang dimaksud Ilmu Pengetahuan adalah suatu
bidang yang disusun secara sistematis berdasarkan metode tertentu, untuk dapat
dimanfaatkan dan menerangkan sebagai penjelas gejala-gejala
tertentu. (Admojo, 1998).
Mohammad Hatta, mendefinisikan ilmu
adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu
golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari
luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
Menurut “ensiklopedia Indonesia”, ilmu
pengetahuan adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing
didapatkan sebagai hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti
dengan menggunakan metode-metode tertentu. Ilmu pengetahuan prinsipnya
merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematiskan common
sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan
dalam kehidupan sehari-hari, namun dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara
cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.
Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa
inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari
bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari atau
mengetahui. Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang
rasional, sistematik, logis, dan konsisten.
Berdasarkan definisi-definisi diatas, saya dapat
menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu bidang yang berasal dari
berbagai pengetahuan yang didapatkan sebagai hasil dari suatu gejala yang
dianalisa dan diperiksa secara teliti dengan menggunakan metode metode tertentu
(secara rasional, sistematik, logis, dan konsisten) sehingga didapat penjelasan
mengenai gejala yang bersangkutan. Jadi ilmu pengetahuan itu tidak terbatas dan
tidak semua dapat diukur kebenarannya. Kehadiran objek dan subjek tidak dapat
dipisahkan atau memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
2.3.
SEJARAH ILMU PENGETAHUAN
Berdasarkan sejarah, zaman tertua dimulai dari zaman
kuno karena dalam pengetahuannya, manusia sudah dapat meramu makanan dan
membuat peralatan untuk berburu. Zaman kuno sendiri, terbagi menjadi beberapa
masa, yaitu:
1. Masa Zaman Yunani Kuno (Abad 6 SM - 6 M)
Ciri
pemikirannya adalah kosmosentris, yakni mempertanyakan asal usul alam semesta
dan jagat raya sebagai salah satu upaya untuk menemukan asal mula (arche)
makhluk hidup yang merupakan unsur awal terjadinya gejala. Dan beberapa tokoh
filosof pada zaman ini menyatakan pendapatnya tentang arche, antara lain :
a.
Thales (640 - 550 SM) : arche berupa air.
b.
Anaximander (611-545
SM) : arche berupa
apeiron (sesuatu yang tidak terbatas)
c. Anaximenes (588-524 SM) : arche berupa udara
c. Anaximenes (588-524 SM) : arche berupa udara
d. Phytagoras (580-500
SM)
: arche dapat diterangkan atas dasar bilangan-bilangan.
2.
Masa Zaman
Pertengahan (6 - 16 M)
Ciri pemikirannya adalah teosentris, yakni menggunakan pemikiran filsafat
yang membahas mengenai keadaan dan realita ikut ambil bagian dalam pengetahuan
tentang ciptaan.
3.
Masa Romawi : 30 SM - 400 M
Sebagai
manusia pra sejarah, manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang
bersifat empiris. Hal itu membuat mereka mengerti dengan keadaan dunia.
Walaupun sejarah ilmu pengetahuan pada masa ini belum diakui, tapi manusia
purba telah mengetahui bagaimana cara untuk bertahan hidup.
Tidak
hanya itu, dalam sejarah ilmu pengetahuan, bangsa Romawi adalah bangsa yang
pertama kali membuat bangunan dengan menggunakan beton, seperti untuk
mengembangkan kubah serta berbagai bentuk bangunan lainnya. Walaupun mereka
tidak mengalami perkembangan yang besar dalam bidang matematika, tapi mampu
untuk menciptakan sistem penulisan angka mereka sendiri.
2.4. KARAKTERISTIK atau CIRI ILMU PENGETAHUAN
Ilmu
perlu memperhatikan dua aspek, yaitu sifat ilmu dan klasifikasi ilmu. Mengenai
sifat ilmu akan dibahas dalam sub-bab ini, sedangkan mengenai klasifikasi ilmu
akan dibahas pada sub-bab selanjutnya.
1. Ilmu pengetahuan mempunyai sifat,
antara lain:
a).
Sistematik.
b). Konsisten (antara teori satu dengan
yang lain tak bertentangan).
c). Eksplisit (disepakati dapat
secara universal, bukan hanya dikalangan kecil).
d). Ilmiah, benar (pembuktian dengan metode
ilmiah).
2. Disamping itu suatu ilmu pengetahuan
mempunyai ciri lain yaitu:
a). Bukan satu, melainkan banyak (plural).
b). Bersifat terbuka (dapat dikritik).
c). Berkaitan dalam memecahkan.
Ciri
khas nyata dari ilmu pengetahuan (science) yang tidak dapat diingkari
meskipun oleh para ilmuwan sekalipun adalah bahwa ia tidak mengenal kata
“kekal”. Apa yang dianggap salah di masa lalu misalnya, dapat diakui
kebenarannya di abad modern. Pandangan terhadap persoalan-persoalan ilmiah
silih berganti, bukan saja dalam lapangan pembahasan satu ilmu saja, tetapi
terutama juga dalam teori-teori setiap cabang ilmu pengetahuan. Dahulu
misalnya, segala sesuatu diterangkan dalam konsep material (istilah-istilah
kebendaan) sampai-sampai manusia pun hendak dikategorikan dalam konsep
tersebut. Sekarang ini terdapat psikologi yang membahas mengenai jiwa, akal
budi dan semangat, telah mengambil tempat tersendiri dan mempunyai peranan yang
sangat penting dalam kehidupan manusia.
3. Dalam redaksi lain dikatakan ilmu
pengetahuan mempunyai ciri-ciri umum yaitu :
a). Obyek ilmu pengetahuan adalah empiris.
b). Ilmu
pengetahuan mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu mempunyai sistematis.
c). Ilmu dihasilkan dari pengamatan,
pengalaman studi dan pemikiran.
d). Sumber segala ilmu adalah Tuhan, karena Dia
yang menciptakannya.
Fungsi ilmu adalah untuk keselamatan,
kebahagiaan, pengamanan manusia dari segala sesuatu yang menyulitkan. Van
Melsen mengemukakan beberapa ciri yang menandai ilmu, sebagaimana yang
dikutip Rizal Muntasyir dan Misnal Munir, yaitu:
1. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai
keseluruhan yang secara logis koheren. Itu berarti adanya sistem dalam
penelitian (metode) maupun harus (susunan logis).
2. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat
kaitannya dengan tanggung jawab ilmuwan.
3. Universalitas ilmu pengetahuan.
4. Objektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek
dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif.
5. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua
peneliti ilmiah yang bersangkutan, karena ilmu pengetahuan harus dapat
dikomunikasikan.
6. Progresivitas, artinya suatu jawaban ilmiah baru
bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila mengandung pertanyaan-pertanyaan baru dan
menimbulkan problem-problem baru lagi.
7. Kritis, artinya tidak ada teori ilmiah yang definitif,
setiap teori terbuka bagi setiap peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data
baru.
8. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai
perwujudan kebertautan antara teori dengan praktis.
Jadi, setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan sebagai
ilmu pengetahuan bila memiliki ciri-ciri atau karakteristik umum diatas.
Sementara itu mengenai karakteristik khusus ilmu pengetahuan setelah adanya
klasifikasi ilmu pengetahuan akan diterangkan kemudian.
2.5. CONTOH
ILMU PENGETAHUAN
Menurut Prof. Dr.
Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam
tiga kelompok besar, yaitu Ilmu-ilmu Alamiah (natural science), Ilmu-ilmu
Sosial (social science), Pengetahuan budaya (the humanities). Berikut adalah
contoh ilmu pengetahuan pada masing-masing kelompok tersebut :
1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain
ialah astronomi, fisika, kimia,
biologi, kedokteran, mekanika, dan sebagainya.
2.
Ilmu-ilmu Sosial (social science)
Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain
ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial,
sosiologi hukum, dan sebagainya.
3. Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan
yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat
dibagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain. Seperti seni tari,
seni rupa, seni musik, dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
https://hardiantodwi.wordpress.com/2016/03/26/klasifikasi-ilmu/
https://sites.google.com/site/blogilmupengetahuan/artikelpengetahuan/definisiilmupengetahuan
M.Setiadi,
Elly. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Edisi 3.
Bandung: Kencana Prenada Media Group.

No comments:
Post a Comment