Friday, 25 October 2019

Dampak Kebudayaan Asing Terhadap Kehidupan Manusia



MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“DAMPAK KEBUDAYAAN ASING TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA” 










Disusun oleh :
Nama: Muhammad Farhansyah Ibrahim
NPM: 14519154
Kelas: 1PA10










FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dan penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam penulisan makalah ini saya membahas tentang “Dampak Kebudayaan Asing Terhadap Kehidupan Manusia”.
Makalah ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses penulisan makalah ini mengenai materi Dampak Kebudayaan Asing Terhadap Kehidupan Manusia, saya mengucapkan terima kasih yang mendapatkan arahan, koreksi dan saran kepada :
1.  Ibu Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar”.
2.  Teman-teman mahasiswa kelas 1PA10 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma yang  telah memberikan masukan untuk makalah ini.
Saya memahami bahwa makalah saya belum sempurna dan dibutuhkan pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Saya juga berharap semoga gagasan pada makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan pada khususnya dan pembaca pada umumnya.



Depok,  Oktober 2019



                                                                                                             (Penulis)






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL / COVER ……………………………………...............................  i
KATA PENGANTAR  …………………………………….............................................  ii
DAFTAR ISI ……………………………………............................................................  iii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………….........................................  1
1.1. Latar Belakang ………..……………………………………..............................  1
1.2. Rumusan Masalah …………………………………….......................................  1
1.3. Tujuan ……………………………………………….........................................  2
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………..........................................  3
2.1. Kebudayaan Asing Di Indonesia  .……..……………………………………….  3
2.2. Definisi Manusia dan Kebudayaan ....…..…………………………………….... 4 
2.3. Klasifikasi dan Karakteristik Jenis Kebudayaan ………………………………. 5
2.4. Pengaruh Budaya Asing Di Indonesia …………………………………………. 8
2.5. Dampak Kebudayaan Asing Di Indonesia ………..……………………………. 8
2.6. Penanggulangan Mempertahankan Kebudayaan Indonesia ……………………. 9
DAFTAR  PUSTAKA ....................................................................................................... 11






BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       LATAR BELAKANG
Di era Globalisasi ini, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh negara-negara berkembang. Keadaan ini ditinjau oleh bangsa Indonesia yang juga mengikuti arus globalisasi. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, kebudayaan Barat yang masuk ke Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Hal ini dapat kita lihat dari semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang bergaya hidup layaknya budaya Barat seperti makan makanan mewah, naiknya sifat konsumerisme, borosnya dalam membeli barang-barang kebutuhan tersier, berubahnya gaya berpakaian, mulai banyaknya kaum pemuda bangsa yang lancar berbicara bahasa Inggris dan bahkan mencampurnya ke dalam obrolan mereka sehari-hari.
Kebudayaan Barat tersebut kebanyakan bersifat negatif dan cenderung merusak moral dan memberikan contoh yang kurang baik dalam budaya, sehingga melanggar norma-norma yang berlaku dan mempengaruhi kebudayaan bangsa Indonesia yang lebih condong ke budaya Timur.
Walau begitu, tidak semua pengaruh kebudayaan asing di Indonesia bersifat negatif, karena ada juga sisi positif dari masuknya budaya asing tersebut. Semua dampak positif dan negatif tersebut akan saya jelaskan dalam pembahasan berikut. 

1.2.    RUMUSAN MASALAH
  Untuk memperjelas tentang kebudayaan asing yang sudah berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat Indonesia, maka akan kita bahas mengenai:
1.   Penyebab budaya asing dapat dengan mudah masuk ke kehidupan manusia di Indonesia.
2.   Definisi dari pengertian budaya terhadap kehidupan manusia.
3.   Jenis-jenis klasifikasi dan karakteristik jenis kebudayaan .
4.  Pengaruh budaya asing di Indonesia .
5.  Dampak masuknya budaya asing tersebut bagi masyarakat Indonesia.
6.  Solusi agar masyarakat tidak terpengaruh oleh budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

1.3.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan, yaitu:
1.  Dapat menyeleksi pengaruh dari budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan benar dan teliti.
2.  Dapat mempertahankan kultur dan budaya Indonesia dari pengaruh budaya asing.
3.  Agar kebudayaan Indonesia tetap dikenal sebagai warisan budaya nomor satu bangsa.


























BAB II
PEMBAHASAN


2.1.  KEBUDAYAAN ASING DI INDONESIA
Bangsa Indonesia yang mengikuti arus globalisasi terkadang dapat melunturkan jati diri bangsa yang begitu kental dengan nilai-nilai budaya timur. Di mata dunia, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung adab ketimuran yang sangat baik. Tapi bangsa Indonesia tidak menutup diri bagi budaya asing yang ingin masuk ke Indonesia tanpa melunturkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Karena terkadang globalisasi dapat menjadikan bangsa semakin kreatif dan berpikiran terbuka tanpa meninggalkan adab bangsanya.
Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi, di Indonesia turut mengubah perilaku dan kebudayaan Indonesia, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan adat suku yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat keterbatasan masyarakat Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan-kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung kebarat-baratan (westernisasi).
Hal tersebut terlihat dengan seringnya orang-orang terutama remaja Indonesia yang berbelanja barang-barang tidak penting secara boros (konsumerisme), ke tempat hiburan malam macam diskotik dan minum minuman keras, dengan berbagai perilaku menyimpang lainnya yang sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalahgunaan zat adiktif, kecanduan bermedia sosial, dan disertai bermacam-macam bentuk tindakan asusila dan lain sebagainya. Ini merupakan contoh ketidakmampuan masyarakat Indonesia dalam beradaptasi dan menyeleksi pengaruh kebudayaan asing sehingga membuat identitas bangsa Indonesia kerap dipertanyakan dan perlahan memudar.



2.2.  DEFINISI KEBUDAYAAN MANUSIA
         Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Ada pendapat lain yang mengatakan budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi merupakan unsur rohani manusia, sedangkan daya adalah unsur jasmani manusia. Dengan demikian, budaya merupakan hasil budi dan daya dari manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Dalam bahasa Belanda, cultuur berarti sama dengan culture. Culture atau Cultuur bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Dengan demikian, kata budaya ada hubungannya dengan kemampuan manusia dalam mengelola sumber kehidupan, dalam hal ini (culture) yaitu pertanian. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai kultur dalam bahasa Indonesia.
         Definisi kebudayaan telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Beberapa contoh sebagai berikut :
1. Melville Herskovits (1885-1963) memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.
2. Ralph Linton (1893-1953) mengemukakan kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
3. Edward B. Taylor (1832-1917) mengemukakan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
4. Selo Soemardjan (1915-2003) dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
5. Koentjaraningrat (1923-1999) berpendapat bahwa kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar dari hasil budi pekertinya.
6. William A. Haviland (1934-sekarang) mengemukakan bahwa kebudayaan adalah perangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang apabila dilaksanakan oleh para anggotanya dapat melahirkan perilaku yang dipandang layak dan bisa diterima oleh para anggotanya.
7. David Popenoe (1932-sekarang) menilai kebudayaan sebagai sistem nilai dan makna yang diterima secara bersama oleh masyarakat atau kelompok masyarakat, termasuk pengejawantahan nilai-nilai dan makna tersebut secara material.

 Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan sebagai sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakatnya.

2.3.  KLASIFIKASI dan KARAKTERISTIK JENIS KEBUDAYAAN 
Berdasarkan keterangan dari Koetjaraningrat, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu:     
1). Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma-norma, dan peraturan.
      Wujud tersebut menunjukkan wujud ide dari kebudayaan yang bersifat abstrak, tak dapat diraba, dipegang, ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup. Kebudayaan ideal ini disebut pula tata kelakuan, hal ini menunjukkan bahwa budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberikan arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai kesopanan dan kesantunan. Kebudayaan ideal ini dapat disebut adat atau adat istiadat, yang sekarang banyak disimpan dalam arsip, file, dan komputer.
 Kesimpulannya, budaya ideal ini adalah merupakan perwujudan dari kebudayaan yang bersifat abstrak.
2). Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks efektifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud tersebut dinamakan kebudayaan atau sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasikan karena dalam sistem sosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Lebih jelasnya tampak dalam bentuk perilaku dan bahasa pada saat mereka berinteraksi dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat.
 Kesimpulannya, sistem sosial ini merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk perilaku dan bahasa.
3). Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
 Wujud yang terakhir ini disebut pula kebudayaan fisik, dimana wujud budaya ini hampir seluruhnya merupakan hasil fisik (aktivitas pembuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat). Sifatnya paling konkret dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat dan difoto yang berwujud besar ataupun kecil.
Contohnya: Candi Borobudur (besar), kain batik, dan kancing baju (kecil), teknik bangunan, misalnya cara pembuatan motif di tembok dengan pondasi rumah yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi.
Kesimpulannya, kebudayaan fisik ini merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk materi/artefak.
Karakteristik yang mencerminkan kebudayaan, antara lain:
a.   Rumah adat
Daerah yang bertolak belakang satu dengan wilayah lainnya, sebagai contoh
karakteristik rumah adat di Jawa mempergunakan joglo sedangkan lokasi tinggal adat di Sumatera berbentuk panggung.
b.  Alat musik
Di setiap wilayah pun bertolak belakang dengan perangkat musik di wilayah lainnya. Jika disaksikan dari perbedaan jenis format serta motif aneka hiasnya sejumlah alat musik telah dikenal di sekian banyak  wilayah, pengetahuan kita meningkat setelah memahami alat-alat musik khas budaya tertentu, seperti Dhol, Tifa, Tanjidor, Genggong dan sebagainya.

c.  Seni Tari
Seperti tari Serumpai dari Kutai Kartanegara dan tari Pendet dari Bali.
d.  Kriya aneka hias
Dengan motif-motif tradisional dan batik dari wilayah tertentu, diciptakan di atas media kain dan menggunakan kayu.
e.  Properti Kesenian
Properti kesenian merupakan salah satu bentuk budaya yang ada di Indonesia yang menjadi nilai jual di mata dunia Internasional. Seperti patung-patung dan ornamen khas dari Bali.
f.  Pakaian Daerah
Pakaian daerah merupakan salah satu kebudayaan di Indonesia. Pada setiap provinsi memiliki pakaian daerah tersendiri. Seperti kebaya khas Jawa dan pakaian Deta adat Sumatera Barat
g.  Benda Seni
Karya seni yang tidak bisa dihitung ragamnya, adalah identitas dan kehormatan hati bangsa Indonesia. Benda seni atau souvenir yang tercipta dari perak yang beasal dari Kota Gede di Yogyakarta adalah salah satu karya seni bangsa yang menjadi karakteristik daerah Yogyakarta. Karya seni juga bisa dimanfaatkan menjadi sumber mata pencaharian dan objek wisata daerah tersebut.
h.  Adat Istiadat
Setiap suku memiliki adata istiadat setiap seperti suku Toraja mempunyai kekhasan dan keanehan dalam tradisi upacara pemakaman yang biasa dinamakan Rambu Tuka. Di Bali ialah adat istiadat Ngaben. Ngaben ialah upacara pembakaran mayat, terutama oleh mereka yang beragama Hindu, dimana Hindu ialah agama beberapa besar di Pulau Seribu Pura ini. Suku Dayak di Kalimantan mengenal tradisi penandaan tubuh melewati tindik di daun telinga.





2.4.  PENGARUH BUDAYA ASING DI INDONESIA
Dari sekian banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia, diantaranya adalah budaya barat, yang mana merupakan hasil produk perkembangan di dunia bagian barat yang menekankan individualitas dan kebebasan. Sementara Indonesia merupakan bagian bangsa timur yang menghendaki harmoni, komando, dan kolektivitas. Bangsa Barat yang memberikan banyak pengaruh adalah bangsa Portugis dan Belanda. Terutama Belanda, budaya bangsa-bangsa ini sebagiannya telah terserap dan masuk ke dalam struktur budaya bangsa Indonesia karena telah menjajah negeri ini selama tiga setengah abad lamanya.
Terdapat sejumlah pengaruh budaya barat yang hingga kini terus membekas di dalam struktur kebudayaan Indonesia. Utamanya di dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu komponen non-material kebudayaan yang punya peran signifikan dalam melestarikan suatu budaya. Selain pendidikan, mekanisme administratif pemerintahan negara Belanda juga punya pengaruh tersendiri dalam pembentukan sistem sosial (politik) dan hukum di Indonesia.
Tidak hanya negara barat saja yang mempengaruhi, tetapi negara-negara Timur seperti Cina, Jepang, dan Korea pun memberikan derajat pengaruh tertentu bagi perkembangan sistem sosial dan budaya Indonesia. Jepang memberikan pengaruh, yaitu lewat penjajahan singkat mereka atas Indonesia. Sementara Cina, yang memiliki hubungan dengan kepulauan nusantara jauh sebelum Islam menyentuh Indonesia telah membentuk derajat pengaruh tersendiri.
Kebiasaan-kebiasaan orang barat yang telah merajalela di masa kini hampir dapat kita saksikan setiap hari melalui media elektronik dan cetak. Kebudayaan orang-orang barat tersebut bisa dinilai cukup bertolak belakang dengan budaya kita sehingga cenderung dinilai negatif dan melanggar norma-norma ketimuran kita. Contoh kebudayaan barat tersebut dapat kita lihat dari cara mereka berpakaian, bahasa, film, sampai pada pergaulan dengan lawan jenis.

2.5.   DAMPAK KEBUDAYAAN ASING DI INDONESIA
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.
Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme terhadap bangsa.
1.   Dampak Positif
a.   Perubahan Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional.
b.   Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c.   Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi pengangguran dan meningkatkan strata sosial hidup masyarakat.
2.   Dampak Negatif
a.   Pola Hidup Konsumtif (Konsumerisme)
      Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengkonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
b.   Sikap Individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitas, padahal manusia adalah makhluk sosial.
c.   Gaya Hidup Kebarat-baratan
                                 Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja. Remaja lebih menyukai pop culture dan lagu barat dibandingkan tarian dari Indonesia dan lagu-lagu Indonesia, dan lainnya. Hal ini terjadi karena kita sebagai penerus bangsa tidak bangga terhadap sesuatu milik bangsa.
d.   Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan atau tidak mengikuti arus mayoritas pecinta budaya Barat. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial menyebabkan adanya jarak antara si kaya dan si miskin sehingga sangat mungkin dapat merusak bhinneka tunggal ika Bangsa Indonesia.

2.6.   PENANGGULANGAN MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN INDONESIA
Nilai kebudayaan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia, seperti gotong royong, silahturahim, ramah tamah dalam  masyarakat menjadi keistimewaan dasar yang dapat menjadikan individu-individu masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Tapi karakteristik masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan sopan santun kini mulai pudar sejak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa diseleksi dengan bijak oleh masyarakat Indonesia. Maka, dalam hal ini pemerintah memiliki peranan penting untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan Indonesia dalam kehidupan masyarakatnya karena nilai-nilai kebudayaan dari leluhur merupakan filosofi hidup pada tiap daerahnya meskipun tanpa bantuan teknologi. Nilai-nilai budaya tersebut bukan berarti mengharuskan kita untuk bersikap tertutup terhadap budaya asing, namun nilai dan makna filosofi kebudayaan Indonesia harus dijadikan sebagai sumber inspirasi dan kreativitas. Baik orang tua dan pemuda bangsa juga harus pandai memilah mana pengaruh dari kebudayaan asing yang baik untuk para penerus bangsa.
Berikut ini adalah beberapa cara mempertahankan kebudayaan Indonesia agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan asing yang bersifat negatif:
a. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh.
b.  Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sepenuhnya.
c.  Selektif dan bijaksana terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.
d.  Memperkuat dan mempertahankan jati diri bangsa agar tidak luntur.
Dengan begitu masyarakat dapat bertindak bijaksana dalam menentukan sikap agar jati diri sebagai rakyat Indonesia tidak luntur, bahkan berusaha agar dapat menunjukkan bahwa Indonesia dapat menjadi negara yang maju seperti negara-negara bagian barat.










DAFTAR PUSTAKA

http://gedeyenuyani.blogspot.com/2012/01/pengertian-kebudayaan.html
M.Setiadi, Elly. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Edisi 3. 
Bandung: Kencana Prenada Media Group. 





No comments:

Post a Comment

Senyawa Terbaru yang Berguna bagi Kehidupan Manusia

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR “SENYAWA TERBARU YANG BERGUNA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA” Website Gunadarma Disusun ...