Friday, 29 November 2019

Gangguan Kejiwaan Pada Manusia: Dissociative Identity Disorder

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
“GANGGUAN KEJIWAAN PADA MANUSIA: DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER” 








Disusun oleh :

Nama     :    Muhammad Farhansyah Ibrahim
NPM     :    14519154
Kelas     :    1PA10







FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019



KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini sesuai yang diharapkan. Dalam penulisan makalah ini saya membahas tentang “Gangguan Kejiwaan Pada Manusia: Dissociative Identity Disorder”.
Makalah ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses penulisan makalah ini mengenai materi Gangguan Kejiwaan Pada Manusia, saya mengucapkan terima kasih yang mendapatkan arahan, koreksi dan saran kepada :
1.  Ibu Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar”.
2.  Teman-teman mahasiswa kelas 1PA10 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma yang  telah memberikan masukan untuk makalah ini.
Saya memahami bahwa makalah saya belum sempurna dan dibutuhkan pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Saya juga berharap semoga gagasan pada makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia pada khususnya dan pembaca pada umumnya.



Depok,  November 2019



                                                                                                             (Penulis)





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL / COVER ……………………………….................................  i
KATA PENGANTAR  …………………………...…….............................................  ii
DAFTAR ISI ………………………………................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………...................................... 1
1.1. Latar Belakang ………..…………………………………….......................... 1
1.2. Rumusan Masalah ……………………………………................................... 2
1.3. Tujuan Penulisan ……………………………………..................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………....................................... 3
2.1. Definisi Dissociative Identity Disorder  .……..……………...…………..….  3
2.2. Gejala Dissociative Identity Disorder  ………………………………............ 3 
2.3. Penyebab Dissociative Identity Disorder ....………………............................ 5
2.4. Dampak Dissociative Identity Disorder ….…………………………………. 5
2.5. Penanganan Dissociative Identity Disorder ….………………………..……. 6
DAFTAR  PUSTAKA .................................................................................................. 7



BAB  I
PENDAHULUAN

1.1.    LATAR BELAKANG
Gangguan jiwa adalah sindrom atau pola perilaku yang secara klinis berhubungan dengan distres atau penderitaan dan menimbulkan gangguan pada satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. Gangguan jiwa merupakan salah satu gangguan mental yang disebabkan oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam (diri sendiri) maupun luar (lingkungan).
Gangguan jiwa merupakan suatu penyakit yang bisa terjadi pada semua orang dan tanpa mengenal ras, budaya, umur, jenis kelamin, bahkan status ekonomi. Gangguan jiwa dapat dikenali dengan perubahan tingkah laku, pola pikir dan emosi yang berubah secara mendadak tanpa disertai alasan yang jelas. Stres yang menjadi pemicu awal terjadinya gangguan jiwa akan membuat seseorang tidak mampu beraktivitas secara normal. Jika stres ini tidak ditangani secara cepat maka akan berlanjut pada gejala gangguan kejiwaan.
Di Indonesia, pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa dan kesehatan mental masih sangat dangkal dan mayoritas orang-orang hanya menyimpulkan gangguan jiwa dengan stigma sederhana, yakni gila. Padahal, gangguan jiwa sendiri bermacam-macam jenisnya, penyebabnya, dan penanganannya. Masing-masing gangguan jiwa butuh pendalaman khusus untuk dipelajari dan ditangani.
Di kesempatan kali ini, penulis akan membahas topik tentang salah satu jenis gangguan jiwa yakni Dissociative Identity Disorder atau dapat dikenal juga sebagai Multiple Personality Disorder.

1.2.    RUMUSAN MASALAH
  Untuk memperjelas tentang Dissociative Personality Disorder, maka akan kita bahas mengenai:
1.   Apa Dissociative Identity Disorder secara umum?
2.   Apa gejala-gejala dari Dissociative Identity Disorder?
3.  Apa penyebab dari Dissociative Identity Disorder?
4.  Apa dampak dari Dissociative Identity Disorder? 
5.  Bagaimana cara menanggulangi Dissociative Identity Disorder? 

1.3.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan, yaitu:
  1. Dapat mengenali Dissociative Identity Disorder secara mendalam.
  2.  
2. Dapat mengetahui gejala, penyebab, dan dampak dari Dissociative Identity Disorder.
3.  Dapat mengerti cara penanganan dari Dissociative Identity Disorder.
4.  Dapat memahami gangguan jiwa secara mendalam dan melek terhadap kesehatan mental orang sekitar.










BAB II
PEMBAHASAN


2.1. DEFINISI DISSOCIATIVE PERSONALITY DISORDER
            Gangguan identitas disosiatif, yang dulu lebih dikenal dengan kepribadian ganda atau multiple personality disorder, adalah suatu kondisi psikologi yang rumit di mana penderitanya memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda-beda, dan secara bergantian mengambil alih kesadaran individu yang mengalaminya.
Beberapa dari kita sering mengalami disosiasi, alias keadaan di mana kita terbawa suasana, daydreaming, saat sedang melamun atau saat sedang bekerja. Gangguan identitas disosiatif adalah bentuk disosiasi yang lebih parah, mengakibatkan seseorang kehilangan kontrol atas pikiran, memori, perasaan, perbuatan, hingga kesadaran atas identitasnya. Identitas yang berbeda ini biasanya juga memiliki dengan nama yang berbeda, temperamen yang berbeda, bahkan self-image yang juga berbeda.


2.2. GEJALA DISSOCIATIVE PERSONALITY DISORDER
Karakteristik utama dari gangguan kepribadian ganda adalah munculnya dua atau lebih kepribadian berbeda-beda yang secara bergiliran mengambil alih atau kendali atas diri penderitanya.
·  Masing-masing dari kepribadian ini memiliki nama, pola pikir, kebiasaan, gaya berbicara, ciri fisik, bahkan gaya tulisan yang berbeda-beda.
·  Tanda-tanda seperti depresi, kecemasan berlebihan, sering merasa bersalah, hingga agresif dapat muncul. Halusinasi baik audio maupun visual juga mungkin terjadi. Pada saat masa kanak-kanak, penderita gangguan identitas disosiatif juga memiliki kecenderungan untuk memiliki masalah perilaku dan kesulitan memfokuskan diri saat di sekolah.
·  Perubahan mood (mood swings), serangan panik, fobia, gangguan makan, gangguan tidur (seperti insomnia dan berjalan saat tidur), sakit kepala berlebihan, serta disfungsi ereksi juga biasanya menyertai gangguan identitas disosiatif.
·  Masalah dalam hal memori juga sering ditemui, terutama ingatan terkait kejadian saat ini maupun masa lampau, orang yang terlibat, tempat, hingga waktu. Masing-masing kepribadian dalam satu orang mungkin memiliki ingatan yang berbeda. Ketika kepribadian pasif sedang mengambil alih, ingatan yang muncul biasanya samar-samar atau bahkan bertentangan dengan kejadian aslinya. Sementara kepribadian yang lebih dominan atau protektif memiliki ingatan yang lebih lengkap atas suatu kejadian. Sehingga tidak jarang penderita tidak mengingat mengapa ia ada di waktu dan tempat tertentu.
·  Masing-masing kepribadian biasanya muncul karena ada pemicunya. Saat salah satu kepribadian mengambil alih, kepribadian dominan ini mungkin mengabaikan kepribadian yang lain atau bahkan mengalami konflik tersendiri. Transisi dari satu kepribadian ke kepribadian lain biasanya dipicu oleh stres psikososial.




2.3. PENYEBAB DISSOCIATIVE PERSONALITY DISORDER
Tidak ada penjelasan pasti mengapa seseorang bisa menderita gangguan identitas disosiatif. Meskipun banyak faktor yang terlibat dalam penyakit ini, tetapi penderita gangguan identitas disosiatif biasanya memiliki latar belakang pengalaman traumatis, terutama pada saat masa kecilnya. Pengalaman traumatis ini bisa berupa penyiksaan berulang kali baik secara emosional, kekerasan fisik, maupun pelecehan seksual. Karena pengalaman ini, seseorang kemudian seolah-olah menciptakan mekanisme pertahanan diri dengan cara menciptakan kepribadian lain di luar kesadarannya agar terlepas dari rasa trauma hebat yang dialaminya.


2.4. DAMPAK DISSOCIATIVE PERSONALITY DISORDER
  Seseorang yang mempunyai kepribadian ganda memiliki identitas pada setiap kepribadian yang dimilikinya. Setiap kepribadian dapat memiliki nama, sejarah pribadi, suara, jenis kelamin, serta karakternya masing-masing. Kepribadian-kepribadian ini bisa muncul di waktu tertentu. Ketika mereka muncul, pengidap bisa saja langsung menderita amnesia parah, sehingga ia tidak akan mengingat apa yang terjadi selama waktu ini.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penderita sering dipicu oleh trauma masa lalu. Apabila pengidap tidak bisa mengelola trauma masa lalunya, kondisi ini beresiko bertahan seumur hidup. Oleh karena itu, orang-orang dengan Dissociative Identity Disorder perlu mendapatkan perawatan untuk mengajari mereka agar dapat mengelola stress dan kecemasan yang dimilikinya.


2.5.  PENANGANAN DISSOCIATIVE PERSONALITY DISORDER
Treatment untuk penderita gangguan identitas disosiatif dapat berlangsung hingga bertahun-tahun. Beberapa jenis terapi yang disarankan bagi penderita gangguan identitas disosiatif yaitu:
·  Psikoterapi: pada orang dewasa, psikoterapi dapat berlangsung selama lima hingga tujuh tahun. Tujuan utama dari terapi adalah ‘menyatukan’ beberapa kepribadian yang ada sehingga menjadi satu kepribadian yang utuh. Psikoterapi juga membantu penderita menghadapi trauma yang memicu munculnya kepribadian lain. Tahapan yang dilakukan biasanya mempelajari kepribadian apa saja yang muncul, mengatasi trauma, dan menyatukan beberapa kepribadian yang ada menjadi satu.
·         Terapi keluarga: dilakukan untuk memberi penjelasan lebih kepada keluarga terkait gangguan identitas disosiatif. Menginformasikan keluarga, perubahan apa yang akan terjadi dan mengamati tanda-tanda atau gejala perubahan kepribadian.
·         Pengobatan: meskipun tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan gangguan identitas disosiatif, tetapi gejala-gejala yang muncul seperti kecemasan berlebih dan depresi dapat diatasi dengan antidepresan.














DAFTAR PUSTAKA

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/mengenal-gangguan-disosiatif-kepribadian-ganda/
https://www.halodoc.com/4-fakta-yang-perlu-diketahui-tentang-kepribadian-ganda
https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-jiwa



No comments:

Post a Comment

Senyawa Terbaru yang Berguna bagi Kehidupan Manusia

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR “SENYAWA TERBARU YANG BERGUNA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA” Website Gunadarma Disusun ...