KARYA BIOGRAFI ILMU BUDAYA DASAR
“MUHAMMAD FARHANSYAH IBRAHIM”
Disusun oleh :
Nama
: Muhammad Farhansyah Ibrahim
NPM
: 14519154
Kelas
: 1PA10
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya sampaikan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan
karya ini dan penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam penulisan karya
ini saya membahas tentang biografi diri saya sendiri.
Karya ini dibuat dan
diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses
penulisan biografi ini, saya mengucapkan terima kasih yang mendapatkan arahan,
koreksi dan saran kepada Ibu Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu
Budaya Dasar”.
Saya memahami bahwa karya
saya belum sempurna dan perlu pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, saya
mengharapkan pendapat dari pembaca dari perspektif mereka. Saya juga berharap
semoga penulisan biografi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Depok, Januari 2020
(Penulis)
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL / COVER ……………………………………................................. i
KATA PENGANTAR ……………………………………............................................. ii
DAFTAR ISI ……………………………………............................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN ……………………..……………........................................... 4
1.1. Latar Belakang
………..………………..…………………................................ 4
1.2. Tujuan Penulisan
……………………………………........................................ 4
BAB II PEMBAHASAN …………………………………….......................................... 5
2.1.
Senang/Bahagia …….…………………..………......…….…………………….. 5
2.2. Sedih/Menderita
…...………………………………......................................... 6
2.3. Marah ………...………………………………….............................................
6
2.4. Cinta
………………………………………………..…………………………… 6
2.5. Harapan
……………………………………………..…………………………... 6
2.6. Cita-cita
…………………………………………….…………………………... 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Biografi
adalah suatu tulisan yang menjelaskan atau menerangkan tentang kisah dan
kehidupan seseorang atau lebih tepatnya adalah riwayat hidup seseorang. Kata
“Biografi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Bios” yang mana berarti
hidup dan “Graphien” yang mempunyai arti
tulisan. jadi secara singkat pengertian Biografi adalah tulisan yang membahas
tentang kehidupan seseorang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pun,
biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain. Namun,
untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar bab ke-9 (Bulan ke-4) ini, saya akan
membuat biografi diri saya sendiri dari pengalaman dan sudut pandang saya
pribadi.
1.2. TUJUAN PENULISAN
1. Pemenuhan tugas Ilmu Budaya
Dasar.
2. Menuliskan perjalanan hidup saya
dalam sebuah biografi.
3. Menceritakan berbagai perasaan
yang saya alami berdasarkan perkembangan usia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. SENANG/BAHAGIA
Perasaan senang kerap
saya rasakan dari kecil hingga sekarang. Namun, saya tak bisa mengatakan saya
bahagia/pernah bahagia, karena saya sendiri merasa arti “bahagia” itu sendiri
merupakan hal yang sulit diraih. Merasa bahagia adalah satu hal langka yang
sebagian orang hanya rasakan sewaktu masa kanak-kanak, sedangkan merasa senang
adalah perasaan yang sering didapat ketika mengalami suatu pengalaman yang baik
atau positif.
Saya senang ketika saya
mendapatkan hal positif yang bisa saya banggakan. Saya senang ketika saya
mendapatkan mainan baru, teman baru, tantangan baru, dan pengalaman seru yang
baru. Saya senang ketika mendapatkan ranking 2 di kelas 1 SD. Saya senang
ketika bermain game bola di Playstation saya. Saya senang ketika
saya diajak orang tua keluar di akhir pekan dan beranjak makan enak di
restoran. Saya senang ketika dapat membeli barang yang saya impikan memakai
uang tabungan saya sendiri. Saya senang ketika saya dapat mengerjakan sesuatu
yang saya sukai dengan baik dan benar. Saya senang ketika saya terpilih menjadi
kepala acara dari suatu organisasi milik saya dan teman-teman saya dan acara
tersebut mendapatkan keuntungan yang cukup banyak dan dapat terbilang sukses. Saya
senang ketika dapat meluangkan waktu saya dengan orang-orang yang saya sayangi
dan orang-orang yang tepat (meluangkan waktu dengan mereka merupakan hal yang
menyenangkan/bermanfaat). Saya senang ketika saya dan teman-teman saya berhasil
membuka usaha sampingan dengan uang yang kami kumpulkan.
Semua hal dapat dengan
mudah dianggap menyenangkan ketika kita masih anak-anak. Ketika beranjak
dewasa, saya kerap lupa untuk merasakan senang. Hal-hal menyenangkan yang dulu
saya suka lakukan seringkali menjadi biasa saja di mata saya. Saya menjadi kurang
bisa melihat hal-hal kecil yang seharusnya memuaskan saya, yang mana membuat
saya tidak mudah puas. Saya sedang belajar agar menjadi pribadi yang bersyukur
atas hal-hal kecil yang saya miliki/dapat agar perlahan dapat merasakan kebahagiaan.
2.2. SEDIH/MENDERITA
Sedih merupakan perasaan yang sangat
familiar dalam hidup saya. Saya merasakan sedih sejak kecil. Karakter dan
kepribadian saya di saat ini merupakan bentukan dari masa kecil saya. Saya
kerap kali tidak mengetahui alasan mengapa saya tiba-tiba sedih, seakan-akan
saya sedih walaupun tidak ada hal apapun yang terjadi.
Puncak kesedihan saya adalah di tahun
2016, dimana saya pernah hampir mengakhiri hidup saya dan pada akhirnya saya
pergi ke psikolog. Saat itu kedua orang tua saya memberikan dukungan mereka ke
saya. Setelah beberapa minggu konseling ke psikolog saya merasa lebih baik
tanpa mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh pihak rumah sakit.
Pengalaman ini membuat saya melek dan peduli terhadap kesehatan mental saya dan
orang-orang sekitar, dimana kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan
fisik.
Meskipun begitu, saya tetap tidak pernah
terhindar dari perasaan sedih, baik karena pengaruh lingkungan maupun dari saya
sendiri. Saya masih merasakan fase depresi walaupun tidak separah dan sesering
dahulu kala. Tak jarang mood swing
saya memberikan efek negatif ke dunia luar atau ke aktivitas saya. Untuk
mengatasinya, kadang saya memilih untuk menikmati waktu saya disaat sendiri (self-love) ataupun meluangkannya dengan
teman-teman yang membuat saya senang. Terkadang, saya merasa beruntung
mempunyai lingkungan yang cukup baik dan bisa membuat saya bertahan hidup
sampai sekarang.
Kesedihan yang saya alami selama ini masih
saya rasakan hingga detik ini. Campur aduk rasa marah, kecewa, dan khawatir
akan dunia sekitar saya. Namun dibalik kesedihan selama hidup saya, saya juga
mendapatkan banyak pengalaman dan ilham yang membuat saya menjadi pribadi yang
lebih dewasa, lebih baik dan lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
2.3. MARAH
Saya sering bingung dengan rasa marah yang
saya punya. Saya kadang tidak bisa membedakan mana marah, sedih, kesal, kecewa,
atau benci. Saya termasuk orang yang jarang marah, namun dampak negatifnya
yaitu saya bisa meledak seperti bom waktu apabila perasaan saya terlalu sering
saya sembunyikan atau tidak saya ekspreksikan dalam suatu waktu, dan hal itu
tidak baik.
Pernah saya meledakkan amarah saya pada orang yang salah dan hal itu
menyebabkan hubungan kami menjadi renggang. Semenjak itu saya menyadari bahwa
hal tersebut salah dan tidak pas apabila terlalu sering memendam amarah dan
meledakkannya ke orang yang salah terutama yang kita sayangi.
2.4. CINTA
Saya
sering merasakan cinta sepanjang hidup saya. Dari sejak saya duduk dibangku
SMP, saya sudah banyak merasakan suka dengan lawan jenis. Tapi sejujurnya, saya
tidak terlalu suka untuk berpacaran, karena saya tidak terbiasa dengan
ketergantungan akan satu sama lain. Seumur hidup saya, saya hanya berpacaran 2
kali. Selebihnya, perasaan yang saya punya hanya saya pendam saja.
Namun di tahun 2019, saya mulai
membuka diri untuk mencoba berpengalaman banyak hal dalam hubungan saya,
seperti jalan-jalan ke tempat yang jauh, mengutarakan pendapat yang berbeda,
mengatakan rahasia yang tidak pernah saya bicarakan ke orang lain, memberikan
hadiah yang istimewa, dan banyak waktu keliling kota yang saya luangkan berdua
dengan pacar saya. Semua terasa cukup menyenangkan dan sangat memberikan banyak
pengalaman menarik. Bagaimanapun juga, saya ingin mempunyai hubungan yang
saling membangun satu sama lain.
2.5. HARAPAN
Saya
memiliki banyak harapan dalam hidup. Salah satunya adalah bisa untuk tinggal di
luar negeri dalam beberapa kurun waktu. Bukan berarti saya tidak mencintai
negara saya, namun saya ingin mempunyai perspektif yang berbeda seperti hampir
semua warga Indonesia di luar negeri. Saya ingin mempunyai wawasan lebih dan
kebijaksanaan yang dapat membantu Indonesia menjadi negara yang maju. Saya
berharap negara saya bisa maju dalam berbagai bidang, seperti maju dan berubahnya
mentalitas masyarakat Indonesia. Bersihnya negara ini dari korupsi dan
nepotisme, menjadi negara yang lebih hijau, menjadikan kota DKI Jakarta (tempat
saya tinggal) bebas dari bencana tahunan seperti banjir dan menjadi kota yang
memiliki ekonomi maju, mereboisasi Kalimantan agar kembali menjadi pulau hijau
dan menjadi ibu kota negara yang bersih, sehat, modern dan maju bagi rakyatnya.
Saya berharap
orang-orang lebih peduli lagi pada sesama manusia, pada hewan, tumbuhan, dan juga
pada lingkungan, seperti:
·
Penggunaan
plastik dan bahan-bahan lainnya yang tidak dapat didaur ulang segera dihentikan
karena akan merusak alam semesta.
·
Penghijauan yang
harus dilaksanakan di seluruh penjuru dunia.
·
Pembangunan
karakter untuk anak-anak generasi selanjutnya (setelah generasi saya) guna
merubah dunia menjadi dunia yang lebih aman dan lebih baik.
·
Pemeliharaan
hewan dan tumbuhan yang langka agar tidak punah spesiesnya.
2.6. CITA-CITA
Saat
kecil, saya mempunyai cita-cita sebagai dokter. Cita-cita tersebut bertahan
sampai SMA kelas 10 karena saya tidak tahu apa yang saya inginkan di masa depan
pada saat itu. Menjadi dokter adalah keinginan dari kecil karena saya
beranggapan dokter adalah pekerjaan mulia yang mana bisa menyelamatkan hidup
seseorang.
Tetapi
sejak beberapa tahun terakhir, saya menginginkan untuk menjadi sutradara dan
penulis dari film yang saya akan buat. Telah beberapa tahun saya mencintai
dunia film dan saya menginginkan untuk menulis cerita saya sendiri. Baik
menjadi penulis buku fiksi maupun penulis skenario, saya menginginkan cerita
saya untuk didengar dunia.
Saya
bermimpi bahwa karya saya akan dikenang dalam sejarah dan bermanfaat bagi
banyak orang bahkan dunia. Dengan jurusan yang saya ambil sekarang, yaitu
Psikologi, saya ingin memahami cara berpikir manusia seutuhnya supaya kelak
saya akan bisa menggapai mimpi saya. Apabila tidak bisa terjun langsung ke
dunia tersebut, maka saya akan menjadikan cita-cita saya sebagai pekerjaan
sambilan dimana saya akan menjalani kerja/aktivitas yang terfokus pada
pendidikan yang saya ambil saat ini.

No comments:
Post a Comment