Wednesday, 8 January 2020

Biografi Muhammad Farhansyah Ibrahim


KARYA BIOGRAFI ILMU BUDAYA DASAR
“MUHAMMAD FARHANSYAH IBRAHIM”




       








Disusun oleh :

                        Nama       :    Muhammad Farhansyah Ibrahim
                        NPM       :    14519154
                        Kelas       :    1PA10












FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020




KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan karya ini dan penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam penulisan karya ini saya membahas tentang biografi diri saya sendiri.
Karya ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses penulisan biografi ini, saya mengucapkan terima kasih yang mendapatkan arahan, koreksi dan saran kepada Ibu Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar”.
Saya memahami bahwa karya saya belum sempurna dan perlu pendalaman lebih lanjut. Oleh karena itu, saya mengharapkan pendapat dari pembaca dari perspektif mereka. Saya juga berharap semoga penulisan biografi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.



Depok, Januari 2020



                                                                                                             (Penulis)






















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL / COVER …………………………………….................................  i
KATA PENGANTAR  …………………………………….............................................  ii
DAFTAR ISI ……………………………………............................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ……………………..……………........................................... 4
1.1. Latar Belakang ………..………………..…………………................................ 4
1.2. Tujuan Penulisan ……………………………………........................................ 4
BAB II PEMBAHASAN …………………………………….......................................... 5
2.1. Senang/Bahagia  …….…………………..………......…….…………………….. 5
2.2. Sedih/Menderita …...………………………………......................................... 6
2.3. Marah ………...…………………………………............................................. 6
2.4. Cinta ………………………………………………..…………………………… 6
2.5. Harapan ……………………………………………..…………………………... 6
2.6. Cita-cita …………………………………………….…………………………... 7










BAB  I
PENDAHULUAN

1.1.      LATAR BELAKANG
            Biografi adalah suatu tulisan yang menjelaskan atau menerangkan tentang kisah dan kehidupan seseorang atau lebih tepatnya adalah riwayat hidup seseorang. Kata “Biografi” berasal dari bahasa Yunani,  yaitu “Bios” yang mana berarti hidup dan “Graphien”  yang mempunyai arti tulisan. jadi secara singkat pengertian Biografi adalah tulisan yang membahas tentang kehidupan seseorang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pun, biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain. Namun, untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar bab ke-9 (Bulan ke-4) ini, saya akan membuat biografi diri saya sendiri dari pengalaman dan sudut pandang saya pribadi.

1.2.   TUJUAN PENULISAN
                              1. Pemenuhan tugas Ilmu Budaya Dasar.
                              2. Menuliskan perjalanan hidup saya dalam sebuah biografi.
                              3. Menceritakan berbagai perasaan yang saya alami berdasarkan perkembangan usia.













BAB II
PEMBAHASAN


2.1. SENANG/BAHAGIA
            Perasaan senang kerap saya rasakan dari kecil hingga sekarang. Namun, saya tak bisa mengatakan saya bahagia/pernah bahagia, karena saya sendiri merasa arti “bahagia” itu sendiri merupakan hal yang sulit diraih. Merasa bahagia adalah satu hal langka yang sebagian orang hanya rasakan sewaktu masa kanak-kanak, sedangkan merasa senang adalah perasaan yang sering didapat ketika mengalami suatu pengalaman yang baik atau positif.
Saya senang ketika saya mendapatkan hal positif yang bisa saya banggakan. Saya senang ketika saya mendapatkan mainan baru, teman baru, tantangan baru, dan pengalaman seru yang baru. Saya senang ketika mendapatkan ranking 2 di kelas 1 SD. Saya senang ketika bermain game bola di Playstation saya. Saya senang ketika saya diajak orang tua keluar di akhir pekan dan beranjak makan enak di restoran. Saya senang ketika dapat membeli barang yang saya impikan memakai uang tabungan saya sendiri. Saya senang ketika saya dapat mengerjakan sesuatu yang saya sukai dengan baik dan benar. Saya senang ketika saya terpilih menjadi kepala acara dari suatu organisasi milik saya dan teman-teman saya dan acara tersebut mendapatkan keuntungan yang cukup banyak dan dapat terbilang sukses. Saya senang ketika dapat meluangkan waktu saya dengan orang-orang yang saya sayangi dan orang-orang yang tepat (meluangkan waktu dengan mereka merupakan hal yang menyenangkan/bermanfaat). Saya senang ketika saya dan teman-teman saya berhasil membuka usaha sampingan dengan uang yang kami kumpulkan.
Semua hal dapat dengan mudah dianggap menyenangkan ketika kita masih anak-anak. Ketika beranjak dewasa, saya kerap lupa untuk merasakan senang. Hal-hal menyenangkan yang dulu saya suka lakukan seringkali menjadi biasa saja di mata saya. Saya menjadi kurang bisa melihat hal-hal kecil yang seharusnya memuaskan saya, yang mana membuat saya tidak mudah puas. Saya sedang belajar agar menjadi pribadi yang bersyukur atas hal-hal kecil yang saya miliki/dapat agar perlahan dapat merasakan kebahagiaan.

2.2. SEDIH/MENDERITA
Sedih merupakan perasaan yang sangat familiar dalam hidup saya. Saya merasakan sedih sejak kecil. Karakter dan kepribadian saya di saat ini merupakan bentukan dari masa kecil saya. Saya kerap kali tidak mengetahui alasan mengapa saya tiba-tiba sedih, seakan-akan saya sedih walaupun tidak ada hal apapun yang terjadi.
Puncak kesedihan saya adalah di tahun 2016, dimana saya pernah hampir mengakhiri hidup saya dan pada akhirnya saya pergi ke psikolog. Saat itu kedua orang tua saya memberikan dukungan mereka ke saya. Setelah beberapa minggu konseling ke psikolog saya merasa lebih baik tanpa mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh pihak rumah sakit. Pengalaman ini membuat saya melek dan peduli terhadap kesehatan mental saya dan orang-orang sekitar, dimana kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Meskipun begitu, saya tetap tidak pernah terhindar dari perasaan sedih, baik karena pengaruh lingkungan maupun dari saya sendiri. Saya masih merasakan fase depresi walaupun tidak separah dan sesering dahulu kala. Tak jarang mood swing saya memberikan efek negatif ke dunia luar atau ke aktivitas saya. Untuk mengatasinya, kadang saya memilih untuk menikmati waktu saya disaat sendiri (self-love) ataupun meluangkannya dengan teman-teman yang membuat saya senang. Terkadang, saya merasa beruntung mempunyai lingkungan yang cukup baik dan bisa membuat saya bertahan hidup sampai sekarang.
Kesedihan yang saya alami selama ini masih saya rasakan hingga detik ini. Campur aduk rasa marah, kecewa, dan khawatir akan dunia sekitar saya. Namun dibalik kesedihan selama hidup saya, saya juga mendapatkan banyak pengalaman dan ilham yang membuat saya menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih baik dan lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

2.3. MARAH
Saya sering bingung dengan rasa marah yang saya punya. Saya kadang tidak bisa membedakan mana marah, sedih, kesal, kecewa, atau benci. Saya termasuk orang yang jarang marah, namun dampak negatifnya yaitu saya bisa meledak seperti bom waktu apabila perasaan saya terlalu sering saya sembunyikan atau tidak saya ekspreksikan dalam suatu waktu, dan hal itu tidak baik.
Pernah saya meledakkan amarah saya pada orang yang salah dan hal itu menyebabkan hubungan kami menjadi renggang. Semenjak itu saya menyadari bahwa hal tersebut salah dan tidak pas apabila terlalu sering memendam amarah dan meledakkannya ke orang yang salah terutama yang kita sayangi.

2.4. CINTA
            Saya sering merasakan cinta sepanjang hidup saya. Dari sejak saya duduk dibangku SMP, saya sudah banyak merasakan suka dengan lawan jenis. Tapi sejujurnya, saya tidak terlalu suka untuk berpacaran, karena saya tidak terbiasa dengan ketergantungan akan satu sama lain. Seumur hidup saya, saya hanya berpacaran 2 kali. Selebihnya, perasaan yang saya punya hanya saya pendam saja.
            Namun di tahun 2019, saya mulai membuka diri untuk mencoba berpengalaman banyak hal dalam hubungan saya, seperti jalan-jalan ke tempat yang jauh, mengutarakan pendapat yang berbeda, mengatakan rahasia yang tidak pernah saya bicarakan ke orang lain, memberikan hadiah yang istimewa, dan banyak waktu keliling kota yang saya luangkan berdua dengan pacar saya. Semua terasa cukup menyenangkan dan sangat memberikan banyak pengalaman menarik. Bagaimanapun juga, saya ingin mempunyai hubungan yang saling membangun satu sama lain.

2.5. HARAPAN
            Saya memiliki banyak harapan dalam hidup. Salah satunya adalah bisa untuk tinggal di luar negeri dalam beberapa kurun waktu. Bukan berarti saya tidak mencintai negara saya, namun saya ingin mempunyai perspektif yang berbeda seperti hampir semua warga Indonesia di luar negeri. Saya ingin mempunyai wawasan lebih dan kebijaksanaan yang dapat membantu Indonesia menjadi negara yang maju. Saya berharap negara saya bisa maju dalam berbagai bidang, seperti maju dan berubahnya mentalitas masyarakat Indonesia. Bersihnya negara ini dari korupsi dan nepotisme, menjadi negara yang lebih hijau, menjadikan kota DKI Jakarta (tempat saya tinggal) bebas dari bencana tahunan seperti banjir dan menjadi kota yang memiliki ekonomi maju, mereboisasi Kalimantan agar kembali menjadi pulau hijau dan menjadi ibu kota negara yang bersih, sehat, modern dan maju bagi rakyatnya.
Saya berharap orang-orang lebih peduli lagi pada sesama manusia, pada hewan, tumbuhan, dan juga pada lingkungan, seperti:
·         Penggunaan plastik dan bahan-bahan lainnya yang tidak dapat didaur ulang segera dihentikan karena akan merusak alam semesta.
·         Penghijauan yang harus dilaksanakan di seluruh penjuru dunia.
·         Pembangunan karakter untuk anak-anak generasi selanjutnya (setelah generasi saya) guna merubah dunia menjadi dunia yang lebih aman dan lebih baik.
·         Pemeliharaan hewan dan tumbuhan yang langka agar tidak punah spesiesnya.

2.6. CITA-CITA
            Saat kecil, saya mempunyai cita-cita sebagai dokter. Cita-cita tersebut bertahan sampai SMA kelas 10 karena saya tidak tahu apa yang saya inginkan di masa depan pada saat itu. Menjadi dokter adalah keinginan dari kecil karena saya beranggapan dokter adalah pekerjaan mulia yang mana bisa menyelamatkan hidup seseorang.
            Tetapi sejak beberapa tahun terakhir, saya menginginkan untuk menjadi sutradara dan penulis dari film yang saya akan buat. Telah beberapa tahun saya mencintai dunia film dan saya menginginkan untuk menulis cerita saya sendiri. Baik menjadi penulis buku fiksi maupun penulis skenario, saya menginginkan cerita saya untuk didengar dunia.
            Saya bermimpi bahwa karya saya akan dikenang dalam sejarah dan bermanfaat bagi banyak orang bahkan dunia. Dengan jurusan yang saya ambil sekarang, yaitu Psikologi, saya ingin memahami cara berpikir manusia seutuhnya supaya kelak saya akan bisa menggapai mimpi saya. Apabila tidak bisa terjun langsung ke dunia tersebut, maka saya akan menjadikan cita-cita saya sebagai pekerjaan sambilan dimana saya akan menjalani kerja/aktivitas yang terfokus pada pendidikan yang saya ambil saat ini.

No comments:

Post a Comment

Senyawa Terbaru yang Berguna bagi Kehidupan Manusia

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR “SENYAWA TERBARU YANG BERGUNA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA” Website Gunadarma Disusun ...