Disusun oleh :
Nama :
Muhammad Farhansyah Ibrahim
NPM :
14519154
Kelas
: 1PA10
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya
sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat
menyelesaikan penulisan makalah ini sesuai yang diharapkan. Dalam penulisan
makalah ini saya membahas tentang “Mengupas Tari Puspanjali Adat Bali”.
Makalah ini dibuat dan diajukan untuk memenuhi tugas pada mata
kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dalam proses penulisan makalah ini mengenai materi
Tarian Adat, saya mengucapkan terima kasih yang mendapatkan arahan, koreksi dan
saran kepada :
1. Ibu
Ratna Komala, selaku dosen mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar”.
2. Teman-teman
mahasiswa kelas 1PA10 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma yang telah
memberikan masukan untuk makalah ini.
Saya
memahami bahwa makalah saya belum sempurna dan dibutuhkan pendalaman lebih
lanjut. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang
bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Saya juga berharap
semoga gagasan pada makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan
pecinta adat Indonesia pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Depok, Oktober 2019
(Penulis)
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL /
COVER ……………………………………................................. i
KATA PENGANTAR
……………………………………............................................. ii
DAFTAR ISI
……………………………………............................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………...........................................
1
1.1. Latar Belakang
………..……………………………………................................ 1
1.2. Rumusan Masalah
……………………………………........................................ 1
1.3. Tujuan Penulisan …………………………………….........................................
2
BAB II PEMBAHASAN
……………………………………........................................... 3
2.1. Definisi Tarian Adat .……..………………………………………………..….
3
2.2. Tari Puspanjali Adat Bali
....…..……………………………………................. 3
2.3. Gerakan Tari Puspanjali
..……………………………………............................ 4
2.4. Makna Tari Puspanjali ……………….…………………………………………. 4
DAFTAR PUSTAKA
..............................................................................................................
6
BAB I
PENDAHULUAN
1.2. RUMUSAN MASALAH
Di
setiap daerah yang tersebar luas di seluruh pelosok negara Indonesia, terdapat
adat dan kebudayaan. Menurut Depdikbud (2006), adat adalah kebiasaan
turun-temurun sekelompok masyarakat berdasarkan nilai budaya masyarakat yang
bersangkutan. Adat memperlihatkan bagaimana anggota masyarakat bertingkah laku,
baik dalam kehidupan yang bersifat duniawi maupun terhadap hal-hal yang
bersifat gaib. Sedangkan, kata kebudayaan itu sendiri asalnya terbentuk dari
kata budaya. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan
politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Di
setiap adat, biasanya terdapat tarian tradisional yang menggambarkan
sifat-sifat atau kepercayaan yang dipegang oleh masyarakat di adat tersebut.
Timbulnya tradisi ini menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan dan perluasan akan
pemahaman tentang tarian-tarian adat tertentu. Salah satu adat yang sangat
terkenal dan identik dengan tarian-tarian adatnya ialah adat Bali.
Selain
terkenal di level internasional karena menjadi tempat tujuan pariwisata terbaik
di Indonesia, Bali juga terkenal akan adat dan kebudayaannya yang mempunyai
ciri khas yang unik, seperti tari tradisionalnya. Ada
begitu banyak tari adat Bali yang mungkin belum pernah anda dengar dengan
sejuta keunikan masing masing dari mulai kostum, pernak pernik dan keindahan
tarian itu sendiri. Tarian daerah Bali sendiri tidak hanya tergantung dari alur
cerita dan tujuannya adalah untuk menarikan setiap tahap gerakan dan juga
rangkaian dengan ekspresi yang penuh.
Sebagian besar tarian tradisional Bali memiliki
makna yang religius dan dengan perkembangan pariwisata yang semakin pesat, maka
beberapa tarian juga sudah ditampilkan di berbagai kegiatan di luar keagamaan
dengan tambahan beberapa modifikasi agar terlihat lebih menarik.
Di kesempatan kali ini, penulis akan membahas
topik tentang salah satu tari adat Bali yaitu Tari Puspanjali.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Untuk
memperjelas tentang Tari Puspanjali, maka akan kita bahas mengenai:
1. Apa pengertian tari adat pada umumnya?
2. Apakah Tari Puspanjali secara umum?
3. Bagaimanakah gerakan Tari Puspanjali?
4.
Apa makna-makna yang terkandung dalam Tari Puspanjali?
1.3. TUJUAN PENULISAN
Tujuan
dari penulisan, yaitu:
1. Untuk menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar bab
ke-4.
2. Dapat menyajikan makalah tentang Tari Puspanjali
Adat Bali secara informatif dan faktual.
3. Agar melestarikan tari adat budaya Indonesia
yang sudah mulai tergusur oleh budaya asing.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. DEFINISI
TARIAN ADAT
Tari tradisional adalah suatu tarian yang pada
dasarnya berkembang di suatu daerah tertentu yang berpedoman luas dan berpijak
pada adaptasi kebiasaan secara turun temurun yang dipeluk/dianut oleh
masyarakat yang memiliki tari tersebut.
2.2. TARI
PUSPANJALI ADAT BALI
Puspanjali merupakan gabungan dari arti kata “puspa” dan
“anjali” dimana bila disatukan “menghormati bagai bunga”. Dalam kebudayaan
manusia Indonesia, penghormatan terhadap tamu sangatlah dijunjung tinggi. Bisa
dikatakan, masing-masing suku memiliki proses yang khas untuk menyambut
kedatangan tamu mereka, khususnya tamu yang dianggap penting atau istimewa.
Dalam hal ini, prosesi tersebut banyak dirupakan dalam bentuk tari penyambutan
atau tarian selamat datang.
Sebagai misal adalah Pulau Bali yang merupakan salah satu pusat
kebudayaan di Indonesia, juga memiliki tari yang difungsikan untuk menyambut
tamu. Bahkan, tari penyambutan Bali sangat banyak macamnya. Diantara yang
populer seperti Tari Pendet, Tari Payembrama, Tari Gabor, ada juga Tari
Puspanjali karya dari Swasthi Widjaya Bandem, dengan dibantu penata iringan, I
Nyoman Windha.
Puspanjali merupakan jenis tari kreasi baru yang ditarikan secara
berkelompok oleh 5-7 penari wanita. Sebuah tari sekuler (balih-balihan) yang
indah dalam kesederhanaan gerak, lembut dan dinamis. Dalam hal ini, Puspanjali
banyak terinspirasi dari Tari Rejang yang mewakili kegembiraan gadis Bali dalam
menyambut tamu. Bedanya, Rejang adalah tarian sakral untuk menyambut para Dewa.
2.3. GERAKAN
TARI PUSPANJALI
Struktur tarian Puspanjali menyesuaikan dengan struktur gending
yang terdiri dari bagian pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad.
Secara berurutan, bagian-bagian tersebut mewakili pembukaan tari yang dilanjut
gerak tari bertempo pelan, kemudian gerak tari bertempo sedang hingga cepat.
Bagian penutup biasanya diwarnai gerak-gerak bertempo cepat hingga melambat
untuk mengakhiri tarian.
Senada dengan kesederhanaan tari ini, tata busana yang digunakan
juga sederhana yang terdiri dari tapih yang diprada bagian bawahnya dan
disarung. Selain itu, ada streples polos sewarna dengan tapih dan kain prada
yang juga disarung. hiasan rambut disasak, memakai pusung lungguh magonjer.
Ada hiasan onggar-onggar lengkap dengan bunga mas cempaka imitasi dan
dua untaian semanggi di depan pusung lungguh yang warnanya disesuaikan
dengan warna busana.
Musik atau iringan Tari Puspanjali disajikan sejalan struktur tari
di atas, terutama di tiga bagian. Iringan pepeson sebagai pembuka tari
saat penari tampil ke pentas. Iringan pada bagian pengawak yang
merupakan bagian kedua dari komposisi berikut tariannya, dan iringan pada
bagian terakhir, yakni pekaad.
2.4. MAKNA TARI
PUSPANJALI
Dalam sejarahnya, tarian Puspanjali tercipta atas
permintaan Titik Soeharto selaku ketua panitia pembukaan olahraga wanita
sedunia. Untuk menciptakan tari yang digunakan dalam pembukaan kongres
tersebut, ditunjuklah N.L.N. Swasthi Widjaja Bandem, salah satu penata tari
Bali terkemuka yang juga merupakan istri seniman tari dan budayawan Bali, I
Made Bandem.
Fungsinya sebagai tari penyambutan telah juga diisyaratkan
namanya. puspa berarti bunga dan anjali yang berarti hormat.
Jadi, Puspanjali “menghormati bagai bunga” atau yang pasti tarian ini
menggambarkan besarnya penghormatan tuan rumah terhadap kedatangan tamu mereka.
Meski berdurasi kurang dari 5 menit, perpaduan tari dan musiknya benar-benar
anggun dan mempesona.
DAFTAR PUSTAKA
http://taritradisional19.blogspot.com/2016/11/pengertian-tari-tradisional.html
https://blogkulo.com/tari-puspanjali-bali/
https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengertian-dan-perbedaan-adat-serta-kebudayaan-89
https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/705/jbptunikompp-gdl-abdulkarim-35208-10-unikom_a-i.pdf
https://budayalokal.id/tarian-bali/

No comments:
Post a Comment