Saturday, 21 March 2020

Langkah-Langkah dalam Metode Ilmiah

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
“LANGKAH-LANGKAH DALAM METODE ILMIAH”
Disusun oleh:
Muhammad Farhansyah Ibrahim (14519154)
Kelas: 1PA10
 FAKULTAS PSIKOLOGI
 UNIVERSITAS GUNADARMA
 2020


Pendahuluan

Metode ilmiah (scientific method) adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan dengan menyediakan kerangka tujuan untuk membuat sebuah penelitian ilmiah dan menganalisis data untuk memperoleh kesimpulan tentang fenomena tersebut. Proses untuk memperoleh pengetahuan tersebut dilakukan secara terstruktur dan sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Seorang ilmuwan perlu menemukan jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan hal yang diselidiki. Hal ini membutuhkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan tersebut.

Karakteristik Metode Ilmiah

Menurut sumber ada beberapa karakteristik metode ilmiah:
Bersifat kritis dan analitis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia
Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.



Langkah-langkah dalam Metode Ilmiah

Langkah awal suatu penelitian adalah melakukan perencanaan. Perencanaan ini sangat penting untuk keberhasilan suatu eksperimen. Berikut langkah-langkah dalam metode ilmiah yang dapat dilakukan secara mendetail:

1. Mengidentifikasi Masalah

Masalah didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan. Masalah didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan. Proses identifikasi sangat penting dalam memulai suatu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk menemukan masalah. Hal ini dikarenakan agar rumusan masalah menjadi lebih tajam karena digunakan sebagai data awal dalam suatu penelitian. Mengidentifikasi masalah harus disesuaikan dengan latar belakang masalah yang sesuai dengan fakta dan data yang ada di lapangan.

2. Menyusun Rumusan Masalah

Hal-hal yang harus diperhatikan:
  • Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih.
  • Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan.
  • Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas.


3. Menyusun Hipotesis dan Tujuan

Hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap masalah dan fakta berdasarkan teori dan fakta yang ada. Menyusun suatu hipotesis dilakukan berdasarkan penyebab dari fenomena yang terjadi, atau hubungan fenomena dengan beberapa fenomena lainnya, menggunakan pengetahuan yang sudah ada. Dengan disusunnya hipotesis, maka penelitian yang dilakukan akan lebih terarah dan terfokus pada masalah yang akan diteliti.

4. Menyusun Kerangka Teori

Setelah menyusun hipotesis, langkah selanjutnya adalah menyusun kerangka berpikir. Hipotesis bermaksud untuk mengumpulkan data dan informasi, baik secara teori maupun data-data fakta di lapangan yang berguna untuk menemukan jawaban sementara terhadap masalah. Data yang dikumpulkan dapat berupa hal-hal yang berkaitan dengan penelitian, maupun hasil penelitian terdahulu mengenai masalah yang sama.

5. Menetapkan Variabel Penelitian

Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat, dan variabel tetap.
  • Variabel bebas adalah variabel yang sengaja diubah-ubah untuk dilihat pengaruh atau efeknya terhadap hasil percobaan.
  • Variabel terikat adalah variabel yang diukur atau diamati sebagai hasil percobaan.
  • Variabel tetap adalah variabel yang tidak diubah.

6. Melakukan Eksperimen

Untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan, langkah seterusnya adalah melakukan eksperimen. Eksperimen atau percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data yang nantinya dapat diolah dan dianalisis. Dari hasil pengolahan data tersebut akan dapat diketahui jika hipotesis yang dibuat sesuai dengan hasil eksperimen atau tidak.
Contoh, dalam eksperimen ini akan mencari jawaban tentang pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai rawit. Variabel tetap yang digunakan adalah suhu ruangan, media tumbuh, dan jumlah air. Variabel bebas yang digunakan yakni cahaya matahari. Variabel terikat yang digunakan yaitu tanaman cabai rawit.
Peneliti juga perlu memilih metode pengambilan data yang sesuai seperti wawancara atau observasi. Seterusnya, peneliti menentukan subjek penelitian yang akan diikutsertakan dalam penelitian itu. Dalam contoh diatas, metode yang digunakan adalah observasi. Peneliti akan membagi dua golongan, yakni tanaman cabai rawit yang terkena sinar matahari dan yang tidak terkena sinar matahari.

7. Membuat Kesimpulan

Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, peneliti harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, peneliti juga harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.

Contoh kesimpulan yang dapat ditarik jika seluruh hipotesis yang disusun dapat dibuktikan adalah seperti:
  • Tanaman yang berada di luar ruangan dapat melakukan proses fotosintesis yang maksimal sehingga hasil daunnya lebih tebal dan batangnya kokoh.
  • Tanaman yang berada di luar ruangan hasil daunnya lebih tipis dan batangnya tidak kokoh.

8. Mengkomunikasikan/Mempublikasikan Hasil Penelitian

Setelah semua langkah dalam metode penelitian dilakukan, hasil eksperimen dapat  disusun dalam bentuk laporan laboratorium atau laporan tertulis.


 DAFTAR PUSTAKA
Heryansyah, Tedy Rizkha. 2017. “Konsep Metode Ilmiah: Pengertian dan Langkah-Langkahnya”. Diakses pada https://blog.ruangguru.com/konsep-metode-ilmiah-pengertian-dan-langkah-langkah, 21 Maret 2020

Aini, Siti Aulia Nurul. 2013. “Tugas Biologi: Metode Ilmiah”. Diakses pada http://metodeilmiah123.blogspot.com/2013/09/tugas-biologi-metode-ilmiah-kelas-x-ipa.html, 21 Maret 2020
Hadi, Ragiel. 2018. “Metode Ilmiah Dan Langkah-langkahnya”. Diakses pada https://hadi27.wordpress.com/metode-ilmiah-dan-langkah-langkahnya/, 21 Maret 2020

No comments:

Post a Comment

Senyawa Terbaru yang Berguna bagi Kehidupan Manusia

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR “SENYAWA TERBARU YANG BERGUNA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA” Website Gunadarma Disusun ...