TUGAS
MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
“BIOTEKNOLOGI
DALAM PERKEMBANGBIAKAN SEKSUAL DAN ASEKSUAL”
Disusun oleh:
Muhammad Farhansyah
Ibrahim (14519154)
Kelas: 1PA10
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
Bioteknologi adalah
cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk
dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa. Dewasa
ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni seperti biokimia,
komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matemarika dan lainnya. Dengan
kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang
ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas
suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat
memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari
organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut. Bioteknologi
secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, rekayasa genetic pada jagung, serta pemuliaan dan reproduksi hewan.
Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut
menyebabkan “lahirnya organisme baru” produk bioteknologi dengan
sifat–sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara
lain:
·
Jagung resisten
hama serangga
·
Kapas
resisten hama serangga
·
Pepaya
resisten virus
·
Enzim
pemacu produksi susu pada sapi
·
Padi
mengandung vitamin A
·
Pisang
mengandung vaksin hepatitis
Penggunaan
teknologi rekayasa genetik pada tanaman jagung berkembang pesat setelah pertama
kali Gordonn-Kamm et al (1990) berhasil mendapatkan tanaman jagung transgenik
yang fertil. Hal ini terobosan dalam pengembangan dan pemanfaatan plasma nutfah
dalam penelitian di bidang biologi tanaman jagung. Teknologi rekayasa genetik
merpakan teknologi transfer gen dari satu spesies ke spesies lain, dimana gen
interes berupa suatu fragmen DNA ditransformasikan ke dalam sel atau tanaman
inang untuk menghasilkan tanaman transgenik yang mempunyai sifat baru. Terdapat
dua metode dalam pemanfaatan teknologi transfer gen, yaitu secara langsung dan
tidak langsung. Metode transfer gen secara langsung diantaranya adalah:
elektroforasi, penembakan partikel, serta kabid silikon.
Namun, ada pula permasalahan
dibalik transgenik ini. Sebagaian besar rekayasa atau modifikasi sifat tanaman
dilakukan untuk mengatasi kebutuhan pangan penduduk dunia semakin meningkat dan
juga permsalahan kekurangan gizi manusia sehingga pembuatan tanaman transgenik
juga menjdai bagian dari pemuliaan tanaman. Hadirnya tanaman transgenik
menimbulkan kontroversi masyarakat dunia karena sebagian masyarakat khawatir
apabila tanaman tersebut akan menganggu keseimbangan lingkungan, membahayakan
kesehatan manusia, dan mempengaruhi perekonomian global.
Pembiakan Seksual dan Aseksual
Pembiakan terbagi menjadi 2, yaitu pembiakan secara
seksual dan pembiakan secara aseksual. Pembiakan secara seksual yaitu dilakukan
melalui perkawinan yang melibatkan 2 individu, seperti yang terjadi pada
manusia dan hewan. Sedangkan pembiakan secara aseksual tidak melibatkan
individu lain, karena tidak melalui perkawinan, seperti bakteri atau amoeba. Ia membelah selnya sendiri untuk berkembang biak. Pembiakan aseksual juga
terjadi pada kebanyakan tumbuhan. Mereka bereproduksi secara tidak kawin.
Pembiakan Seksual
Pembiakan Seksual melibatkan penyatuan serbuk sari
(jantan) dan sel telur (betina) untuk memproduksi biji. Sebuah biji tersusun
atas tiga bagian yaitu kulit biji sebagai pelindung biji, endosperma sebagai
cadangan makanan, dan embrio yang merupakan calon tanaman. Ketika biji telah
dewasa dan berada pada lingkungan yang sesuai maka biji akan mulai berkecambah.
Secara umum, terdapat dua tipe pembiakan secara seksual
yaitu:
1. Isogami
Isogami adalah tipe perkembangbiakan dengan dua gamet
yang dihasilkan oleh kedua tetua tidak berbeda satu sama lain atau sama secara
morfologis sehingga dinamakan isogametes.
2.
Heterogami
Heterogami, gamet yang dihasilkan oleh kedua tetuanya
berbeda secara morfologis sehingga dinamakan heterogametes. Tanaman yang
menghasilkan dua gamet yang berbeda dinamakan heterogamous.
Bioteknologi dalam Pembiakan Seksual
1.
Padi Golden Rice
Penerapan bioteknologi pada tanaman padi sebenarnya telah
lama dilakukan. Salah satu produknya adalah pari jenis golden rice yang
dikenalkan pada tahun 2001. Diharapkan padi jenis ini dapat membantu jutaan
orang yang mengalami kebutaan dan kematian dikarenakan kekurangan vitamin A dan
besi. Vitamin A sangat penting untuk penglihatan, respon kekebalan, perbaikan
sel, pertumbuhan tulang, reproduksi, hingga penting untuk pertumbuhan
embrionik.
Nama Golden Rice diberikan karena butiran yang dihasilkan
berwarna kuning menyerupai emas karena mengandung karotenoid. Rekayasa genetika
merupakan metode yang digunakan untuk produksi Golden Rice. Hal ini disebabkan
karena tidak ada plasma nutfah padi yang mampu untuk mensintesis karotenoid.
2.
Tomat FlavrSavr
Teknologi rekayasa genetika juga telah diaplikasikan pada
tanaman hortiklutura. Sebagai contoh yang cukup terkenal adalah tomat
FlavrSavr, yaitu jenis tomat yang buah matangnya tidak lekas rusak/membusuk.
Hal ini sangat berbeda dengan tanaman tomat lain, di mana buah yang matang
cepat menjadi rusak. Sifat tomat FlavrSavr ini sangat berguna dalam pengiriman
buah ke tempat yang jauh sebelum tiba di tangan konsumen. Dihasilkan
oleh infeksi dari kombinasi bakteri Escheria Colli dan Gen
Antisenescens yang ditransfer ke dalam tomat untuk menghambat enzim poligalakturonase.
Pembiakan Aseksual
Pembiakan aseksual adalah
proses reproduksi dimana keturunan timbul dari orang tua tunggal, dan mewarisi
gen dari satu orang tua. Aseksual adalah reproduksi yang tidak melibatkan
meiosis, ploidi pengurangan, atau fertilisasi. Sebuah definisi yang lebih ketat
adalah agamogenesis yang adalah reproduksi tanpa fusi gamet. Pembiakan aseksual
adalah bentuk reproduksi organisme bersel tunggal seperti archaea, bakteri, dan
protista. Banyak tanaman dan jamur bereproduksi secara aseksual juga. pembiakan
aseksual misalnya Membelah diri, Tunas (Reproduksi), pembiakan vegetatif,
Fragmentasi, Sporogenesis, Partenogenesis, dan Apomiksis.
Bioteknologi dalam Pembiakan Aseksual
Kultur jaringan
Suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman
seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik,
sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman
lengkap kembali. Dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui
perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif,
dan embriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap
pembentukan kalus.
Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan
dalam pengerjaan kultur jaringan.Pertama adalah jaringan muda yang belum
mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga
memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringan tipe pertama ini biasa
ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar,
maupun kambium batang. Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima,
yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan
menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah
berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat
cadangan makanan.
DAFTAR
PUSTAKA

No comments:
Post a Comment