Friday, 10 April 2020

Efek Rumah Kaca


TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR
“EFEK RUMAH KACA”







Disusun oleh:
Muhammad Farhansyah Ibrahim (14519154)
Kelas: 1PA10








 FAKULTAS PSIKOLOGI
 UNIVERSITAS GUNADARMA
 2020

Rumah kaca merupakan suatu bangunan berbentuk rumah yang keseluruhannya terbuat dari material kaca. Rumah kaca dipakai sebagai tempat bercocok tanam sayuran, buah-buahan dan bahkan bunga atau tanaman lainnya. Biasanya, rumah kaca digunakan oleh petani-petani di negara yang memiliki 4 musim (di Indonesia, karena hanya memiliki 2 musim, maka rumah kaca jarang digunakan). Suhu di dalam rumah kaca akan terasa hangat walaupun saat itu saat musim dingin. Rumah kaca bekerja dengan menangkap cahaya matahari dan panas dari sinar matahari terperangkap di dalam bangunan sehingga udara menjadi tetap hangat. Jadi, pada siang hari, suhu di dalam rumah kaca menjadi semakin hangat dan pada malam hari suhunya juga tetap hangat.

Efek rumah kaca adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca diatas dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Mars, Venus, dan benda langit yang memiliki atmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca.

Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida () dapat menahan panas matahari sehingga panas matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi. Normalnya, pada siang hari matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi mendingin. Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca, sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi semakin hangat dari tahun-ketahun.

Efek gas rumah kaca (GRK) di atmosfer, yang diyakini menjadi penyebab pemanasan global, mencapai rekor tertinggi pada 2018. Menurut laporan lembaga Greenhouse Gas Bulletin, gas rumah kaca yang terkonsentrasi di atmosfir pada 2018 mencapai 407,8 part per million (ppm), meningkat dari tahun sebelumnya yang cuma 405.5 ppm. Jumlah peningkatan itu, menurut mereka, di atas rata-rata yang terjadi dalam satu dekade terakhir.

Untuk diketahui GRK adalah gas di atmosfer yang memiliki fungsi seperti panel-panel kaca di rumah kaca yang bertugas menangkap energi panas matahari agar tidak dilepas seluruhnya. Tanpa gas-gas ini, panas akan hilang ke angkasa dan temperatur rata-rata bumi dapat menjadi 60 derajat farenheit atau (33 derajat celsius) lebih dingin.

GRK dapat ditemukan di atmosfer mulai dari permukaan bumi sampai ketinggian 15 km. Lapisan gas rumah kaca sendiri terbentuk di ketinggian 6,2km - 15 km. GRK yang berdampak terbesar antara lain Karbon dioksida (CO2), Nitro Oksida (NOx), Sulfur Oksida (Sox), Metana (CH4), Chloroflurocarbon (CFC), dan Hydrofluorocarbon (HFC).

Jika konsentrasi gas-gas rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan semakin besar. Berikut ini adalah penyebab-penyebab makin tingginya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer:

·         Penebangan dan pembakaran hutan.

·         Penggunaan bahan bakar fosil.

·         Pencemaran laut.

·         Industri pertanian.

·         Limbah industri dan tambang industri seperti pabrik semen, pabrik pupuk, dan penambangan batu baru serta minyak bumi.

·         Limbah rumah tangga.

·         Industri peternakan.

Jika efek rumah kaca dibiarkan, maka bumi akan menjadi semakin panas. Memanasnya bumi dapat mencairkan es yang ada di kutub utara maupun selatan. Jika es di kutub mencair, maka permukaan air laut akan semakin tinggi yang tentu akan berdampak buruk pada seluruh wilayah di dunia. Berikut ini dipaparkan dampak efek rumah kaca secara lebih detail:

·         Pemanasan global.

·         Mencairnya es di kutub.

·         Meningkatnya ketinggian air laut.

·         Laut menjadi semakin asam.

·         Berkurangnya lapisan ozon.




 DAFTAR PUSTAKA

Ibadurrahman. (2020). Efek Rumah Kaca – Pengertian dan Proses Terjadinya. Diakses melalui: https://www.studiobelajar.com/efek-rumah-kaca/, pada 10 April 2020

Adiyanto. (2019). Awas, Suhu di Bumi Semakin Panas Akibat Gas Rumah Kaca. Diakses melalui: https://mediaindonesia.com/read/detail/273704-awas-suhu-di-bumi-semakin-panas-akibat-gas-rumah-kaca, pada 10 April 2020

Wikipedia. (2020). Efek Rumah Kaca. Diakses melalui: https://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca, pada 10 April 2020


No comments:

Post a Comment

Senyawa Terbaru yang Berguna bagi Kehidupan Manusia

TUGAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR “SENYAWA TERBARU YANG BERGUNA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA” Website Gunadarma Disusun ...